Grab-Gojek Merger Buat Persaingan Tak Sehat

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Minggu 06 Desember 2020 04:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 320 2322332 grab-gojek-merger-buat-persaingan-tak-sehat-0WFmZyn5aN.jpg Gojek (Okezone)

JAKARTA - Grab dan Gojek akan di merger, jika informasi ini benar, tentu keputusan tersebut adalah hak dan kewenangan manajemen Gojek dan Grab dalam menentukan strategi bisnisnya, namun karena bisnis ini ada pada layanan umum transportasi.

Direktur Eksekutif LBH Transportasi, Hermawanto, mengingatkan pada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memastikan merger itu tidak terjadi, demi iklim pasar transportasi yang sehat dan ramah bagi konsumen, serta adil untuk semua pihak termasuk mitra/driver.

Dirinya menyebutkan kalau monopoli pada transportasi online roda dua ini terjadi, akan menimbulkan persaingan pasar yang tidak sehat. Bagi mitra/driver ojol juga akan dirugikan. Karena tidak ada kompetisi pada perlindungan bagi mitranya. Konsumen pun akan dirugikan.

"Konsumen akan dirugikan karena tidak adanya persaingan yang sehat dan tentunya pula akan berdampak pada biaya transportasi dan layanan yang tidak ramah konsumen," katanya di Jakarta.

Baca selengkapnya: Grab dan Gojek Merger, Konsumen dan Driver Ojol Bisa Dirugikan

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini