IHSG Diprediksi Rebound, Intip Rekomendasi Sahamnya

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 07 Desember 2020 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 278 2322878 ihsg-diprediksi-rebound-intip-rekomendasi-sahamnya-ZkY36VrgDh.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguat pada hari ini. Adapun indeks akan bergerak di kisaran 5.769-5.874.

Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan indikator, MACD, stochastic maupun RSI mulai menunjukkan sinyal yang positif.

 Baca juga: IHSG Terkoreksi Hari Ini, Tenang Minggu Depan Diprediksi Menguat

"Di sisi lain, terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujar Nafan dalam risetnya, Senin (7/12/2020).

Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada 5.769,53 hingga 5.874,89.

 Baca juga: Bagaimana Kinerja Emiten Perbankan di Akhir Tahun?

IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,12 persen ke 5.810, terdapat 201 saham menguat, 294 saham melemah dan 185 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp9 triliun dari 14,69 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut;

AALI

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area Rp11.525 – Rp11.675, dengan target harga secara bertahap di level Rp12.075, Rp12.400, Rp12.650 dan Rp13.750. Support: Rp11.100 & Rp10.750.

BMRI

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola white closing bozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level Rp6.400 – Rp6.600, dengan target harga secara bertahap di level Rp6.800, Rp7.125 dan Rp7.550. Support: Rp6.350 & Rp6.050.

BNGA

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area Rp850 – Rp870, dengan target harga secara bertahap di level Rp885, Rp905 dan Rp980. Support: Rp830 & Rp800.

CTRA

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area Rp900 – Rp910, dengan target harga secara bertahap di level Rp930 dan Rp1.050. Support: Rp865 & Rp810.

ERAA

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area Rp1.700 – Rp1.770, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.805, Rp1.990 dan Rp2.170. Support: Rp1.665 & Rp1.625.

INDF

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level Rp6.925 – Rp7.025, dengan target harga secara bertahap di level Rp7.400, Rp7.600 dan Rp8.375. Support: Rp6.800 & Rp6.460.

LSIP

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level Rp1.165 – Rp1.205, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.235, Rp1.280 dan Rp1.330. Support: Rp1.140 & Rp1.085.

TLKM

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area Rp3.210 – Rp3.250, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.330, Rp3.540, Rp4.040 dan Rp4.540. Support: Rp3.160 & Rp3.040.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini