JAKARTA - Bank Pembangunan Daerah (BPD) dinilai masih cukup kuat di serangan Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu. Di mana berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan kredit seluruh BPD masih menunjukkan peningkatan, yaitu sebesar 4,99% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Bahwa secara pertumbuhan kredit BPD masih tumbuh positif, 4,99% year on year. Kami ingin apresiasi dan applause, meskipin secara nasional pertumbuhan kredit cukup rendah," kata Ketua OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (8/12/2020).
Selain itu, secara likuiditas BPD tak akan menemui masalah jika dibandingkan dengan lembaga perbankan lainnya. Sebab, mereka telah dipercaya oleh pemerintah daerah untuk mengelola APBD.
"Di samping itu, kami katakan bahwa BPD dari segi likuiditas tidak terkendala. Seluruh pemda yang telah mempercayakan BPD untuk kelola keuangan daerah," ujarnya
Tak hanya itu, dari sisi tingkat kredit macet atau NPL, BPD tercatat hanya sebesar 3,09%. Angkat itu menunjukkan lebih rendah dari NPL nasional
"Dari segi NPL, BPD terjaga 3,09% lebih rendah dari NPL nasional. Sehingga overall BPD ini bagus. Dari segi geografis dan posisi ini sangat diuntungkan dan ada ruang lebih besar lagi di masa depan," ujarnya.
Wimboh berharap, dengan masih menunjukkannya tren positif tersebut, diharapkan BPD dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di daerahnya masing-masing.
"Pemahaman ekonomi daerah lebih bagus, network lebih bagus, sehingga tidak ada alasan BPD tidak lebih bagus dari bank lain," kata dia.
CM
(Yaomi Suhayatmi)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.