Tak Ingin Ekonomi Pingsan, Sri Mulyani Minta Tolong ke Pekerja Ini

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 08 Desember 2020 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 08 320 2324086 tak-ingin-ekonomi-pingsan-sri-mulyani-minta-tolong-ke-pekerja-ini-9Ewvr3tLGD.jpg Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani melempar pernyataan ekonomi Indonesia bisa pingsan. Untuk itu, Sri Mulyani meminta bantuan kepada akuntan.

Sebab, koordinasi dan komunikasi antara akuntan dengan pembuat kebijakan pemerintah sangat penting dan beriringan.

Sri Mulyani mengatakan akuntan bertujuan untuk menjaga penerapan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yaitu baik, kehati-hatian, akuntabel, dan transparan, sedangkan pemerintah bertujuan menjaga ekonomi tetap tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

“Adanya Covid-19 sektor keuangan terutama perbankan mengalami tekanan yang luar biasa. Selain perbankan harus melakukan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71, mereka melihat risiko kredit melonjak tinggi dan pertumbuhan kredit menurun hampir di level 0% atau negatif," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (8/12/2020).

Baca Juga: Bank Tak Berani Beri Kredit, Sri Mulyani: Ekonomi Akan Pingsan

Kata dia, dengan pertumbuhan kredit yang lemah tidak akan mendorong ekonomi dan ekonomi tidak mungkin hanya didorong dari APBN sendiri. Pemerintah berusaha untuk memulihkan sektor keuangan dan korporasi untuk kembali melakukan bisnis secara hati-hati.

"Pemerintah bersama dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan memformulasikan upaya mendorong pemulihan ekonomi. Kebijakan itu antara lain dengan relaksasi pembayaran kredit, subsidi bunga kredit, dan pinjaman modal kerja," imbuhnya.

 

Menkeu mengajak para akuntan untuk bersama-sama mengembalikan dan memulihkan ekonomi Indonesia.

"Ajakan ini bertujuan untuk membangun pondasi yang kuat dan baru yang meliputi pondasi tata kelola, pondasi standar keuangan, dan pondasi tingkah laku sehingga dapat menangani risiko moral pengelolaan keuangan namun tidak menjadi ketakutan untuk menggerakkan ekonomi," tandasnya.

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini