Wamen Tiko Buka Peluang BTN Gabung Merger Bank Syariah BUMN

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 09 Desember 2020 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 320 2324721 wamen-tiko-buka-peluang-btn-gabung-merger-bank-syariah-bumn-VMACUbCsrc.jpg Bank Syariah (Shutterstock)

JAKARTA - Penggabungan perbankan BUMN saat ini memang baru melibatkan tiga bank syariah. Adapun ketiga bank tersebut adalah PT BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank Mandiri Syariah (BSM), dan PT BNI Syariah.

Namun, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wiroatmodjo mengatakan, bank hasil mega merger akan mengambil bank syariah milik BTN. Di mana, saat ini masih dalam bentuk unit usaha syariah.

 Baca juga: Siap-Siap, Bank Syariah BUMN Bakal Kebanjiran 13 Juta Nasabah

"Kami optimistis mendukung konsolidasi, BTN juga akan kami alihkan, sehingga 1 atau 2 tahun ke depan bisa menjadi BUKU 4," kata Kartika dalam video virtual, Rabu (9/12/2020).

Meski demikian, Kartika tak menjelaskan adanya rencana penambahan modal langsung ke bank hasil merger ini.Adapun, modal hasil merger diperkirakan memiliki modal inti sekitar Rp20 triliun. Kontribusi laba dari 3 bank merger diperkirakan baru mencapai Rp2 triliun pada tahun ini.

 Baca juga: Merger, Bank Syariah Indonesia Terealisasi Februari 2021

"Total aset bank syariah yang baru akan mencapai Rp220 triliun, jika ditambah demgan BTN yang akan dialihkan juga total aset bank syariah baru akan mencapai Rp250 triliun," bebernya.

Sebagai informasi, proses merger tiga bank syariah BUMN saat ini masih berlangsung dan ditargetkan rampung Februari 2021. Ketiga bank tersebut yaitu PT Bank Syariah Mandiri, PT BRI Syariah Tbk., dan PT Bank BNI Syariah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini