Share

4 Cara Extraordinary Geber Akses Keuangan, Jokowi Ingin Ekonomi RI Lebih Cepat Bangkit

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 10 Desember 2020 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 320 2325086 4-cara-extraordinary-geber-akses-keuangan-jokowi-ingin-ekonomi-ri-lebih-cepat-bangkit-pEa0eWLcX6.jpg Jokowi (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bekerja secara extraordinary dalam mendorong kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 . Setidaknya ada empat cara yang bisa dilakukan TPAKD di seluruh Indonesia.

Pertama, lebih agresif dalam meningkatkan literasi keuangan, meningkatkan pengetahuan, meningkatkan minat, meningkatkan kepercayaan terhadap industri keuangan. Masyarakat paham di mana memperoleh akses pembiayaan dan masyarakat mulai aktif menabung di lembaga-lembaga keuangan

"Oleh karena itu cara-cara baru dalam melakukan sosialisasi dan edukasi harus terus dilakukan melalui berbagai cara. Cara-cara yang inovatif termasuk termasuk cara-cara seni dan budaya yang sesuai dengan karakter kekinian, sesuai dengan karakter kelompok sasaran serta melibatkan lembaga pendidikan, lembaga keagamaan termasuk kerjasama dengan para tokoh yang berpengaruh," Jokowi dalam Rakornas TPKAD 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (10/12/2020).

Baca Juga: Jokowi Ingin Masyarakat Desa Melek Keuangan, Lakukan Cara Extraordinary! 

Kedua, TPAKD harus lebih aktif terlibat untuk mendorong pendirian kelompok-kelompok usaha, kelompok-kelompok tani, terutama koperasi, sekaligus mendorong cara-cara korporasi yang dilakukan oleh koperasi masyarakat. Oleh karena itu pendampingan dan asistensi kepada masyarakat terus harus diintensifkan. Sekali lagi, dengan cara-cara yang inovatif sesuaidengan karakter kelompok-kelompok sasaran.

"Ketiga, penguatan infrastruktur percepatan akes keuangan juga harus dilakukan dengan cara yang lebih agresif. Pendirian Jamkrida, pendirian lembaga keuangan mikro, penyediaan agen bank di setiap desa, termasuk percepatan untuk penerbitan obligasi daerah. Ini penting. Dan upaya-upaya lainnya. Percepatan ini tidak mungkin dilakukan jika caranya masih biasa-biasa saja. Harus ada terobosan-terobosan baru yang inovatif dan efisien," ujarnya.

 Kasus Bansos Covid-19, Presiden Jokowi: Pemerintah Tak Akan Melindungi Siapa Pun yang Terlibat Korupsi

Terakhir, dia meminta TPAKD meningkatkan inklusi keuangan di daerah-daerah yang masih pasif terutama untuk rakyat kecil dan UMKM.

"Data yang saya terima per September 2020, 73,7% kredit bank umum ada di pulau Jawa. Indeks inklusi keuangan Indonesia 2019 baru sebesar 76% masih di bawah negara Asean lainnya. Oleh karena itu program KUR, kredit ultra mikro, Bank Wakaf Mikro, dan lain-lain harus terus ditingkatkan penyerapannya, harus ditingkatkan produktivitasnya untuk meningkatkan kelas UMKM kita," katanya.

Menurut dia, empat hal di atas membutuhkan kerja keras dengan cara-cara yang inovatif bukan rutinitas seperti biasanya. Apalagi di saat menghadapi krisis perekonomian akibat pandemi Covid 19.

"Kita harus melakukan langkah-langkah yang luar biasa, harus cepat, harus inovatif agar perekonomian nasional segera pulih dan bahkan mampu bangkit lebih cepat dibanding negara-negara lain," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini