Harta Orang Terkaya Indonesia Menyusut Imbas Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 10 Desember 2020 20:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 455 2325449 harta-orang-terkaya-indonesia-menyusut-imbas-covid-19-CG8VyWmOSm.jpg Harta Orang Terkaya Indonesia Menurun Akibat Covid. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Kasus Covid-19 di Indonesia melewati angka setengah juta wabah terbesar di antara negara Asia Tenggara. Hal ini pun membuat Indonesia tergelincir ke dalam resesi pertama sejak krisis keuangan Asia 1997.

Perekonomian berkontraksi masing-masing 5,3% dan 3,5% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal kedua dan ketiga. Indeks saham acuan turun lebih dari 10% dalam 12 bulan terakhir.

Baca Juga: Segini Kekayaan Anggota BTS, Siapa yang Paling Kaya?

Akibatnya, lebih dari setengah dari 50 orang terkaya di negara mengalami penurunan kekayaan dari tahun lalu. Terlepas dari penurunan ini, kekayaan kolektif orang-orang super kaya di Indonesia hanya turun 1,2% dari daftar tahun lalu menjadi USD133 miliar atau setara Rp1.877 triliun (mengacu kurs Rp14.100 per USD).

Mengutip dari Forbes, Kamis (10/12/2020), R Budi dan Michael Hartono, masih menjadi orang terkaya di Indonesia. Adapun harta kekayaan mereka mengalami peningkatan dengan kekayaan USD38,8 miliar atau setara Rp547 triliun.

Baca Juga: Kisah Peternak Ayam Berlabel Miliarder yang Punya Harta Rp195 Triliun

Kemudian di tempat kedua ada keluarga Widjaja dari konglomerat Sinar Mas. Kekayaan mereka mengalami kenaikan sebesar USD2,3 miliar atau setara Rp32,4 triliun.

Sementara di tempat ketiga ada Prajogo Pangestu. Meskipun mengalami penurunan kekayaan sebesar 21%.

Pandemi menjadi tantangan bagi banyak orang, tapi memberikan dorongan kepada beberapa orang. Seperti Taipan media, Eddy Kusnadi Sariaatmadja yang kekayaannya melonjak hampir 80% menjadi USD1,4 miliar atau setara Rp19,7 triliun atau mengalami keuntungan terbesar dalam persentase tahun ini.

Saham perusahaannya, Elang Mahkota Teknologi (Emtek), melonjak karena lebih banyak menggunakan layanan e-commerce dan streaming. Meningkatnya saham Emtek mendorong pendiri Susanto Suwarto untuk pertama kalinya di peringkat 50 dengan USD475 juta atau setara Rp6,7 triliun.

Insinyur elektronik dan telekomunikasi kelahiran Jakarta ini adalah satu dari tiga pendatang baru dalam daftar tersebut.

Saudara kandung Wijono dan Hermanto Tanoko, yang mengendalikan perusahaan cat swasta Avia Avian, memulai debut mereka dengan USD700 juta atau setara RP9,8 triliun. Wajah baru ketiga adalah bankir veteran Jerry Ng. Dia mengakuisisi saham tahun lalu di Bank Jago, kemudian disebut Bank Artos, yang rencananya akan dia ubah menjadi bank digital.

Yang menerima keuntungan lainnya adalah Irwan Hidayat, yang keluarganya Sido Muncul adalah pembuat jamu terbesar di Indonesia. Saham perusahaan naik karena penjualan produknya yang lebih tinggi, seperti obat flu Tolak Angin yang populer, meningkatkan kekayaan keluarganya 41% menjadi USD1,55 miliar atau setara Rp21,88 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini