Paksakan Menabung meski Keadaan Sulit akibat Covid-19

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Kamis 10 Desember 2020 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 622 2325234 paksakan-menabung-meski-keadaan-sulit-akibat-covid-19-bVhvxVV2i1.jpg Tips Mengatur Keuangan Selama Pandemi Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Menabung di tengah ketidakpastian akibat pandemi menjadi kata kunci penting saat ini. Pandemi telah membuat lebih dari jutaan orang di seluruh dunia kehilangan pekerjaan dan mengalami masalah finansial.

Menurut Survei Master Your Money Invest & Thrive dari Business Insider dan Insider Intelligence, yang dilakukan pada Juli dengan sampel 2.020 milenial, hampir 20% responden mengatakan tidak merasa aman dengan keuangan mereka.

Baca Juga: Dapat BLT Subsidi Gaji, Lumayan Bisa Nabung

Dilansir dari Business Insider Jakarta, Kamis (10/12/20), bagi mereka yang mampu, di kondisi ketidakpastian ini, menabung atau menyiapkan dana darurat merupakan tindakan yang tepat.

Menabung Tidak Selalu Mudah, Tetapi itu Perlu

Survei "Invest & Thrive" menemukan bahwa kaum milenial sering berpikir bahwa mereka memiliki cukup uang untuk ditabung. Padahal, dari perspektif angka sederhana, seseorang tetap mampu menghemat uang jika kebutuhan dasar rumah tangga seperti makanan, tempat tinggal, perawatan kesehatan sudah tercukupi dan masih ada sisa uang.

Baca Juga: 5 Cara Menghemat Biaya Perawatan Anak

Tetapi perlu diperhatikan, bagi orang-orang yang memiliki sisa uang, ada faktor psikologis yang berperan juga. Menyimpan uang untuk krisis yang tidak diketahui daripada menghabiskan uang untuk makan malam bersama teman atau penerbangan mengunjugi keluarga, akan terasa seperti pengorbanan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kebayakan orang cenderung lebih mementingkan kebutuhan dan keinginan hari ini dan meremehkan peristiwa atau pengeluaran di masa depan.

Jadi, meskipun itu sulit, menabung tetaplah perlu. Hal ini untuk menyiapkan pengeluaran di masa depan yang tak terduga. Sehingga mendapatkan keamanan finansial dan kebahagian jangka panjang.

Keamanan Finansial Berkontribusi Pada Kebahagiaan Secara Keseluruhan

Pada survey milenial, ketika responden ditanya apakah mereka punya dana darurat, 57% menjawab ya. Secara terpisah, ketika ditanya berapa banyak yang mereka masukkan ke rekening tabungan setiap bulan, 25% mengatakan mereka tidak memiliki rekening tabungan dan 5% lainnya mengatakan mereka tidak menabung.

Meski begitu, setiap orang tetap membutuhkan dana darurat. Tidak hanya untuk melindungi kesehatan finansial, tetapi juga meningkatkan kesehatan mental.

Dalam sebuah wawancara dengan The Atlantic, penulis buku terlaris New York Times dan peneliti kebahagiaan Dan Buettner mengatakan keamanan finansial benar-benar memberikan lebih banyak kebahagiaan daripada apa pun yang dapat dihabiskan dengan uang.

Pada 2010, saat mempromosikan bukunya "Thrive: Finding Happiness The Blue Zones Way," Buettner mengatakan kepada NPR bahwa tindakan seperti membeli asuransi dan mendaftar untuk rencana tabungan otomatis adalah ciri khas membangun keamanan finansial. Ini tiga kali lebih besar berdampak pada kebahagiaan seseorang daripada sekedar pendapatan.

Ingatlah bahwa tidak ada jumlah yang terlalu kecil dalam hal menabung. Bahkan jika harus menyisihkan sedikit dari penghasilan untuk dana darurat, itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini