Erick Thohir Ungkap 2 Aksi Korporasi Besar BUMN di 2021

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 11 Desember 2020 08:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 320 2325608 erick-thohir-ungkap-2-aksi-korporasi-besar-bumn-di-2021-0HivDBNbEG.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapn dua aksi korporasi (corporate action) besar yang dilakukan pada 2021. Antara lain merger Bank BUMN Syariah dan penggabungan usaha mikro di bawah perbankan dan lembaga pembiayaan plat merah.

"Saya pastikan ada dua corporate action yang besar. Satu penggabungan Bank Syariah, yang mana, kita juga menggabungkan usaha mikro," ujar Erick dalam sambutannya di salah satu acara Televisi Swasta pada Kamis malam, (10/12/2020).

Baca Juga: 49 Pengaduan Korupsi BUMN tapi Akunnya Anonim

Terkait dengan merger Bank BUMN Syariah, Kementerian BUMN akan menggabungkan PT Bank BRI Syariah atau BRIS, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah atau BNIS di bawah satu payung manajemen baru. Erick menegaskan, langkah ini belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang sejarah Indonesia.

Di mana, perseroan akan memperoleh aset sebesar Rp225 triliun yang berasal dari aset tiga perbankan syariah tersebut. Bahkan, Bank Syariah juga akan menempati posisi 7-8 teratas sektor perbankan dalam negeri.

Di kancah global, Erick juga menargetkan Bank Syariah hasil merger mampu menempati posisi ke 9 di tahun 2025. Optimisme itu, didukung oleh mayoritas penduduk Indonesia yang beragama muslim terbesar di dunia. Di mana, keberadaan emiten perbankan ini menjadi alternatif bagi pembiayaan.

Baca Juga: RI Kini Punya BUMN yang Urusi Baterai Listrik

"Dengan total aset Rp225 triliun, ini belum pernah terjadi. Tetapi juga, tidak hanya itu, saya mengharapkan sinergi Bank Syariah ditargetkan lagi di tahun 2025 harus rangking terbesar no 9 di dunia. Bank Syariah yang digabungkan, kita sebagai negara dengan muslim terbesar di dunia itu, kita punya alternatif pembiayaan, di mana raking no 8 terbesar di Indonesia," kata dia.

Sementara itu, terkait penggabungan usaha mikro di bawa PT Pegadaian (Persero), PT Bank BRI (Persero), Dan PT PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

“Kita juga menggabungkan usaha mikro, jadi tepat sekali pak Narso diberikan (penghargaan) karena beliau punya target penggabungan usaha mikro, BRI PNM, dan Pegadaian, harus menjadi satu kesatuan, tidak lain kenapa? Agar kita punya data base yang riil, bahwa UMKM, usaha mikro itu tepat sasaran," katanya.

Penggabungan tersebut menjadi mesin baru bagi pelaku usaha mikro atau UMKM. Di mana, Kementerian BUMN akan membentuk satu data yang digabungkan dari ketika perseroan plat merah tersebut. Data itu akan diisi oleh pelaku bisnis kelas menengah. Bahkan, pembentukan satu data bisa mendorong bisnis UMKM untuk naik kelas dari yang kecil menjadi besar.

"Dan kita mengharapkan penggabungan satu data ini ada istilahnya pengusaha naik kelas dari yang kecil. Kadang-kadang, kita hanya ingat yang besar, pada usaha kecil dan menengah yang tingkat kredit macetnya 0,1% ini yang dilupakan, pada hari ini sangat terdampak karena Covid-19, karena itu penggabungan usaha mikro salah satunya kita ingin membuat mesin baru agar terus bergulir, dan naik kelas," kata Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini