JAKARTA – PHK massal terjadi di beberapa sektor bisnis selama pandemi covid-19. Situasi ekonomi akibat pandemi Covid-19 menjadi tidak stabil, menyebabkan banyak perusahaan mem-PHK karyawannya. Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK merupakan sebuah kondisi berhenti kerja secara terpaksa yang bisa terjadi sewaktu- waktu.
Tentunya PHK menjadi hal buruk bagi karyawan. Hal ini pun berdampak pada lonjakan pencari kerja. Namun, jangan patah semangat karena hidup harus tetap berjalan. Cobalah untuk mendaftar di perusahaan lain.
Baca Juga: Hong Kong Airlines Akan PHK 250 Karyawan
Pada saat diwawancara, penanya akan mengajukan pertanyaan berapa lama tidak bekerja. Jika sebelumnya sudah pernah bekerja, mengapa melamar di perusahaan baru. Bersiaplah untuk menjelaskan secara terbuka keadaan di perusahaan sebelumnya. Apa yang menyebabkan terjadinya PHK.
Melansir The Balance Careers, Senin (14/12/2020) ada beberapa tips untuk kembali menghadapi wawancara kerja setelah terkena PHK. Berikut strateginya.
Baca Juga: Pengusaha Mal Rugi hingga PHK Massal, Begini Faktanya
Jelaskan Singkat Mengapa di PHK
Beri penjelasan singkat mengapa bisa di PHK perusahaan sebelumnya. Satu atau dua kalimat cukup. Pastikan mempertahankan nada netral atau positif saat mendeskripsikan perusahaan sebelumnya.
Hindari komentar meremehkan tentang mantan perusahaan, atau atasan. Jelaskan secara jujur dan jangan mengada ngada. Karena perusahaan mungkin memutuskan untuk menanyakan kepada mantan atasan di perusahaan sebelumnya tentang keadaan di balik PHK.
Tunjukkan Point Plus
Buatlah daftar pencapaian dan prestasi, terutama yang berdampak pada keuntungan perusahaan tempat melamar. Jelaskan kinerja apa yang telah dilakukan di perusahaan sebelumnya.
Tekankan pada keterampilan, kualitas, dan pengetahuan yang dimiliki untuk pencapaian hasil kerja tersebut.
Isi Gap dengan Hal Positif
Lakukan hal bermanfaat selama mengisi masa luang. Seperti mengikuti seminar online, freelance, atau kerja part time.
Jika sudah pernah di PHK sebelumnya, sebutkan langkah apa saja yang telah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut atau meningkatkan keterampilan terkait dengan kebutuhan perusahaan.
Dapatkan Referensi
Dapatkan referensi pekerjaan sebanyak mungkin dari mantan supervisor, mantan rekan kerja, pelanggan, dan mantan kolega.
Berikan pewawancara akses mudah ke rekomendasi ini melalui profil LinkedIn atau portofolio.