Dear Korban PHK, Ada Tips saat Wawancara Kerja Nih

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Senin 14 Desember 2020 22:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 622 2327244 dear-korban-phk-ada-tips-saat-wawancara-kerja-nih-mmSneS4Ez1.jpg Wawancara Kerja (Foto: Shutterstock)

JAKARTA PHK massal terjadi di beberapa sektor bisnis selama pandemi covid-19. Situasi ekonomi akibat pandemi Covid-19 menjadi tidak stabil, menyebabkan banyak perusahaan mem-PHK karyawannya. Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK merupakan sebuah kondisi berhenti kerja secara terpaksa yang bisa terjadi sewaktu- waktu.

Tentunya PHK menjadi hal buruk bagi karyawan. Hal ini pun berdampak pada lonjakan pencari kerja. Namun, jangan patah semangat karena hidup harus tetap berjalan. Cobalah untuk mendaftar di perusahaan lain.

Baca Juga: Hong Kong Airlines Akan PHK 250 Karyawan

Pada saat diwawancara, penanya akan mengajukan pertanyaan berapa lama tidak bekerja. Jika sebelumnya sudah pernah bekerja, mengapa melamar di perusahaan baru. Bersiaplah untuk menjelaskan secara terbuka keadaan di perusahaan sebelumnya. Apa yang menyebabkan terjadinya PHK.

Melansir The Balance Careers, Senin (14/12/2020) ada beberapa tips untuk kembali menghadapi wawancara kerja setelah terkena PHK. Berikut strateginya.

Baca Juga: Pengusaha Mal Rugi hingga PHK Massal, Begini Faktanya

Jelaskan Singkat Mengapa di PHK

Beri penjelasan singkat mengapa bisa di PHK perusahaan sebelumnya. Satu atau dua kalimat cukup. Pastikan mempertahankan nada netral atau positif saat mendeskripsikan perusahaan sebelumnya.

Hindari komentar meremehkan tentang mantan perusahaan, atau atasan. Jelaskan secara jujur dan jangan mengada ngada. Karena perusahaan mungkin memutuskan untuk menanyakan kepada mantan atasan di perusahaan sebelumnya tentang keadaan di balik PHK.

Tunjukkan Point Plus

Buatlah daftar pencapaian dan prestasi, terutama yang berdampak pada keuntungan perusahaan tempat melamar. Jelaskan kinerja apa yang telah dilakukan di perusahaan sebelumnya.

Tekankan pada keterampilan, kualitas, dan pengetahuan yang dimiliki untuk pencapaian hasil kerja tersebut.

Isi Gap dengan Hal Positif

Lakukan hal bermanfaat selama mengisi masa luang. Seperti mengikuti seminar online, freelance, atau kerja part time.

Jika sudah pernah di PHK sebelumnya, sebutkan langkah apa saja yang telah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut atau meningkatkan keterampilan terkait dengan kebutuhan perusahaan.

Dapatkan Referensi

Dapatkan referensi pekerjaan sebanyak mungkin dari mantan supervisor, mantan rekan kerja, pelanggan, dan mantan kolega.

Berikan pewawancara akses mudah ke rekomendasi ini melalui profil LinkedIn atau portofolio.

Tunjukkan Hasil Kerja di Perusahaan Sebelumnya

Buat portofolio dan cantumkan pekerjaan sebelumnya, termasuk pekerjaan tempat diberhentikan. Sertakan hasil pekerjaan yang pernah dilakukan. Namun, berhati-hati untuk tidak membocorkan informasi kepemilikan apa pun tentang perusahaan sebelumnya.

Perusahaan cenderung percaya bahwa pelamar memiliki keterampilan dan pengetahuan yang tepat untuk pekerjaan mereka, jika dapat melihat bukti hasil kerja yang baik.

Yakinkan Pewawancara

Jika ada petunjuk bahwa alasan di-PHK karena minimnya kinerja akibat pengetahuan, atau keterampilan, yakinkan pewawancara bahwa skill dan kemampuan lebih cocok untuk perusahaan ini.

Tekankan keterampilan dan pengetahuan yang memungkinkan tampil di tingkat yang lebih tinggi. Misalnya, "Saya yakin pekerjaan ini sangat cocok karena akan memanfaatkan keterampilan jurnalistik dan bercerita yang telah saya asah sebagai reporter. Posisi saya sebelumnya jauh lebih fokus pada perencanaan acara dan pengelolaan dana.”

Gunakan Koneksi

Orang dalam saat ini sangat berpengaruh di dunia kerja. Carilah kenalan dari perusahaan tempat melamar. Selain untuk koneksi bisa juga bertukar pikiran dan berkonsultasi terkait perusahaan.

Jika membuat kesan positif, orang dalam mungkin akan memberikan insight positif. Hal ini membuka peluang lebih besar untuk diterima.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini