Beli Rokok Mahal Ganti dengan Investasi, Segini Untungnya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 14 Desember 2020 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 622 2327292 beli-rokok-mahal-ganti-dengan-investasi-segini-untungnya-iQnfwg8FXa.jpeg Harga Rokok Mahal Mending Investasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia resmi menaikkan tarif cukai rokok sebesar 12,5% pada 2021. Salah satu alasan menaikkan tarif cukai rokok adalah untuk menekan jumlah perokok.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk perokok terbesar di dunia, yang mana persentasenya mencapai 39.9% , atau masuk pada peringkat ke tujuh.

Baca Juga: Dear Sri Mulyani, Cukai Rokok Naik Perlu Dibarengi Simplifikasi Tarif 

Hal ini dapat dapat diartikan sebanyak 57 juta orang di Indonesia menjadi pengonsumsi rokok aktif dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Menyikapi hal itu, Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho mengimbau kepada para perokok untuk segera memutuskan berhenti, karena mengingat harga cukainya terus naik setiap tahunnya. Dengan begitu, bisa mengalokasikan uang yang biasanya untuk membeli rokok untuk ditabung.

Dia mengilustrasikan, bilamana seseorang merokok dalam sehari sebanyak tiga batang dan harganya satuannya Rp1.000, maka dia sudah bisa menabung sebesar Rp90.000 dalam sebulan. Kemudian, bila dikalkulasikan dalam setahun, jumlahnya mencapai Rp1.080.000.

"Kadang ada yang beranggapan uang Rp90.000 akan sangat tanggung bila hendak ditabung. Namun sejatinya uang Rp90.000 sebulan bisa kita tabung dan bahkan bisa juga apabila hendak diinvestasikan semisal di reksadana, sehingga pertumbuhan nilainya dapat lebih optimal lagi. Jadi untuk jangka panjang, kita bisa mendapatkan imbal hasil dari pertumbuhan nilai uang kita tadi," kata Andy kepada Okezone, Jumat (14/12/2020).

Dia menyebut tiga batang rokok dalam sehari itu hanya sebuah contoh kecil saja, tapi uang yang disimpan nilainya cukup menggiurkan. Apalagi kebiasaan para perokok ketika mereka merokok kadang juga sambil membeli jajanan lainnya seperti kopi dan makanan ringan lainnya.

"Biasanya sambil ngopi atau makan camilan, sehingga biaya yang dikeluarkan bisa menjadi lebih besar lagi," ujarnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini