Resolusi Keuangan 2021 saat UMP Tak Naik hingga Gejolak Ekonomi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 16 Desember 2020 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 622 2328080 resolusi-keuangan-2021-saat-ump-tak-naik-hingga-gejolak-ekonomi-HfeecY64Ns.jpeg Resolusi Keuangan 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Tak lama lagi 2020 berganti tahun. Tahun ini pun bisa menjadi waktu yang berat bagi seluruh lapisan masyarakat dari kalangan menengah bawah hingga atas karena dihadapkan dengan pandemi virus corona.

Gelombang PHK terjadi di mana-mana, pengangguran meningkat hingga ekonomi mengalami resesi akibat tertekan wabah virus corona. Kondisi ini pun berbeda seperti krisis-krisis yang pernah dilalui Indonesia sebelumnya.

Baca Juga: Keuangan Menipis Selama Pandemi, Lakukan 4 Hal Ini

Bagi mereka yang masih beruntung masih bisa bekerja, pasti ada juga yang mengalami pengurangan gaji. Di sisi lain, tahun depan Upah Minimum Provinsi sudah dipastikan tak akan mengalami kenaikan.

Melihat kondisi tersebut, diburuhkan suatu resolusi pada 2021. Utamanya resolusi keuangan karena di tahun ekonomi masih dalam tahap pemulihan dan tidak ada kenaikan upah.

Baca Juga: Berencana Pensiun? Jangan Lupa Siapkan Rencana Keuangan

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho memberikan tips-tips cara kelola keuangan yang baik untuk pekerja yang UMP-nya tak naik. Misalnya, dengan membuat budgeting pengeluaran agar mengetahui mana yang prioritas dan yang tidak.

"Melakukan penghematan, lebih baik bila bisa dilakukan dari sekarang," kata Andy kepada Okezone, Rabu (16/12/2020).

Dia menjelaskan, pengeluaran yang prioritas itu seperti membayar kebutuhan rumah tangga, cicilan kredit kendaraan dan lainnya.

"Kewajiban seperti bayar listrik, air, uang sekolah anak, berbagai macam cicilan kredit dan utang; serta kebutuhan-kebutuhan yang bersifat penting dan mendesak seperti makan sehari-hari, dan uang transport ke tempat kerja," ujarnya.

Sementara itu, Perencana Keuangan dari OneShildt Financial Planning Agustina Fitria bagi mereka yang banyak mengeruk dana daruratnya selama ini, maka alangkah baiknya untuk kembali mengisi alokasi dana darurat yang semula sempat terbongkar demi modal usaha.

"Misalnya yang selama pandemi sudah menggerus dana darurat, maka tahun depan harus mulai mengisi lagi pundi-pundi dana daruratnya," ujarnya.

Dia menambahkan, bagi mereka yang masih berstatus sebagai pekerja, maka manfaatkan gajinya itu untuk tidak dipakai membeli barang-barang yang konsumtif.

"Resolusi keuangan bagi mereka yang mengalami dampak pandemi sebaiknya tahun depan menata kembali kondisi keuangannya," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini