Sinergi Maskapai-Pengusaha Hotel, Menparekraf: Pariwisata Pulih Kembali

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 16 Desember 2020 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 320 2328885 sinergi-maskapai-pengusaha-hotel-menparekraf-pariwisata-pulih-kembali-qHfBsRAnbs.JPG Pesawat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Maskapai AirAsia Indonesia dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk mensinergikan promosi dan penjualan hotel dengan tiket penerbangan. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga, Ketua Umum PHRI Hariyadi BS Sukamdani dan disaksikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Wishnutama Kusubandio.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, dalam situasi pandemi seperti saat ini inovasi dan inisiatif sangat diperlukan. Perlu ada langkah kolaborasi juga antara pihak satu dengan yang lainnya.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Sudah Lewati Masa Krisis

“Saya sampaikan ucapan terima kasih dan apreasiasi ke penyelenggaraan acara ini. Tentunya inovasi dan inisiasi semacam ini sangat kami apresiasi agar pariwisata dan transportasi dapat bangkit kembali,” ujarnya dalam acara Penandatangan Nota Kesepamahaman secara Virtual, Rabu (16/12/2020).

Menurut Wishnutama, pandemi covid-19 sangat mempengaruhi industri penerbangan dan pariwisata. Oleh karena dua industri ini perlu untuk saling mendukung agar sama-sama bisa tetap berjalan di tengah kesulitan ini.

Baca Juga: Luhut: RI Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara Juga Terdampak Covid-19

“Kita tahu dampak covid sangat besar ke sektor aviasi dan pariwisata, termasuk di penerbangan yang katanya bro and sis. Jadi bro and sis ini harus makin akur, kompak untuk lalui covid kami kemenparekraf pasti dukung,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PHRI Hariyadi BS Sukamdani mengatakan, kerjasama ini akan memberikan manfaat bagi PHRI. Apalagi pandemi berkepanjangan sepanjang 2020 menjadi tekanan yang kuat bagi usaha perhotelan dan penerbangan, sehingga upaya ini kami harapkan dapat menjadi start awal pemulihan pariwisata nasional.

“Kami dari sektor hotel dan restoran telah siap untuk kembali menerima pelanggan dengan protokol kesehatan juga dengan promosi-promosi menarik dari anggota di banyak daerah di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga mengatakan, nota kesepahaman ini mengawali proses integrasi hotel-hotel yang tergabung di dalam PHRI ke dalam platform pemesanan tiket AirAsia. Hal ini juga membuka peluang penjajakan kerja sama promosi dan penjualan antara hotel dengan maskapai untuk menyediakan paket bundling dengan harga menarik.

“Kami berterima kasih atas dukungan PHRI dan Kementerian Pariwisata terhadap inisiatif ini. Kami berharap penjajakan kerja sama antara AirAsia dan PHRI ke depannya dapat membawa manfaat sebesar-besarnya bagi pengusaha hotel dan restoran di Indonesia,” jelasnya.

Nantinya, hotel yang akan bermitra dengan pihaknya akan mendapatkan akses terhadap inventori tiket dengan harga terbaik. Ini juga dapat dikombinasikan dengan inventori kamar hotel yang ada untuk kemudian ditawarkan menjadi paket bundling dengan promosi harga menarik dengan nilai penawaran terbaik.

“Pemilik hotel dapat mengatur harganya sendiri sehingga nantinya promosi yang dihasilkan benar-benar akan menguntungkan pelanggan. Pelanggan masih tetap dapat memesan hotel secara independen di platform airasia.com tanpa harus memesan tiket, atau menambahkan pemesanan hotel di pemesanan tiket yang sudah ada,” jelasnya.

Veranita menambahkan, dengan penawaran paket hotel dan tiket pesawat, masyarakat akan lebih mudah menyesuaikan anggaran perjalanannya untuk belanja lainnya di destinasi seperti oleh-oleh, kuliner, dan aktivitas. Apalagi maskapai juga akan memberikan penawaran bagasi gratis 15 kg untuk penerbangan domestik.

“Hal ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat baik yang akan melakukan perjalanan maupun yang berada di wilayah destinasi. Oleh karenanya secara tidak langsung kami harapkan kolaborasi ini akan mendukung ekonomi masyarakat khususnya di wilayah destinasi yang saat ini masih menantikan pulihnya kunjungan wisata hingga tahun 2021 nanti,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini