Luhut: RI Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara Juga Terdampak Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 320 2321183 soal-resesi-luhut-ri-ekonomi-terbesar-di-asia-tenggara-juga-terdampak-covid-19-3FHurcv4Ui.jpg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pandemi virus corona (covid-19) menginfeksi tidak hanya dari segi kesehatan melainkan juga dari sisi ekonomi. Hampir seluruh aktivitas ekonomi terkena imbas dari pandemi ini.

Bahkan ekonomi global termasuk Indonesia kini mengalami resesi akibat dampak pandemi covid-19. Bagi Indonesia resesi terjadi pada kuartal III-2020 setelah pada triwulan ketiga itu ekonominya mengalami minus 3,49%.

Baca Juga: Waspada Jangan Sampai Terjadi Gelombang Kedua, Jokowi: Itu Sangat Merugikan

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, resesi ekonomi yang terjadi pada saat ini merupakan hal baru. Karena krisis yang terjadi saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

"Resesi yang sekarang terjadi merupakan hal baru dan unprecedented, Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara ikut terimbas atas gejolak ekonomi dunia akibat pandemi covid-19," ujarnya dalam acara Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) secara virtual, Kamis (3/12/2020).

 

Menurut Menko Luhut, krisis yang disebabkan oleh pandemi covid-19 ini berbeda dengan sebelumnya. Karena pandemi covid-19 memukul tidak hanya dari sisi permintaan tapi juga penawaran perekonomian.

"Sehingga penanganannya pun sangat berbeda dengan krisis yang terjadi sebelumnya," ucapnya.

Apalagi, saat ini semua negara termasuk Indonesia masih berperang menghadapi pandemi covid-19. Sudah hampir satu tahun sudah perang itu berlangsung dan hampir semua negara belum dapat mengatasi pandemi COVID-19 secara tuntas.

Di tambah lagi, saat ini beberapa negara akan memasuki musim dingin yang mana dikhawatirkan penyebaran virus Covid-19 akan lebih massiv. Sehingga beberapa negara akan mengeluarkan keputusan dan tindakan ristreksi yang ketat seperti lockdown dan social distancing untuk memutus penyebaran mata rantai virus.

"Hal ini menyebabkan menurunnya secara signifikan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai negara, terutama negara-negara yang paling parah dilanda pandemi COVID-19," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini