Perbedaan Wawancara Kerja Biasa dengan Perilaku yang Perlu Diketahui

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 320 2329487 perbedaan-wawancara-kerja-biasa-dengan-perilaku-yang-perlu-diketahui-yTbtp8Nkkj.jpg Tips Wawancara Kerja. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Interview atau wawancara merupakan tahap awal yang memberikan pengaruh paling besar dalam mendapat pekerjaan. Selain interview biasa, beberapa perusahaan melakukan wawancara perilaku (behavioral job interview) yang berfokus pada perilaku calon pekerja.

Wawancara perilaku hampir sama dengan wawancara kerja lainnya. Tidak ada perbedaan yang mencolok dalam format pelaksanaannya. Perbedaannya hanya terletak pada jenis pertanyaan yang akan ditanyakan kepada calon pekerja.

Baca Juga: 4 Manfaat Magang bagi Mahasiswa

Dilansir dari The Balance Careers Jakarta, Kamis (17/12/2020), berikut beberapa hal yang harus diperhatikan terkait informasi tentang perbedaan antara wawancara kerja perilaku dan wawancara kerja biasa, contoh-contoh pertanyaannya, dan bagaimana cara melalui wawancara perilaku dengan baik.

Apa itu Behavioral Job Interview atau Wawancara Perilaku?

Wawancara berbasis perilaku dilakukan untuk menilai bagaimana cara orang yang diwawancarai bertindak dalam situasi terkait pekerjaan tertentu. Sederhananya, bagaimana seseorang berperilaku di masa lalu untuk memprediksi perilakunya di masa depan.

Wawancara Perilaku vs Wawancara Biasa

Dalam wawancara biasa, seseorang akan ditanyai serangkaian pertanyaan yang biasanya memiliki jawaban langsung. Misalnya, "Apa kekuatan dan kelemahan Anda?" atau "Bagaimana Anda menangani tantangan?" atau "Jelaskan minggu kerja yang khas."

Baca Juga: 3 Cara Bikin HRD Terkesan saat Wawancara Kerja

Sedangkan dalam wawancara perilaku, pemberi kerja telah memutuskan keterampilan apa yang dibutuhkan pada orang yang akan mereka pekerjakan. Maka pertanyaan-pertanyaan diajukan untuk mengetahui apakah kandidat memiliki keterampilan tersebut.

Pertanyaan dalam Wawancara Perilaku

 Pertanyaan-pertanyaan pada wawancara perilaku akan lebih mengarah dan lebih spesifik daripada pertanyaan wawancara kerja biasa. Seperti, “Berikan contoh saat Anda menggunakan logika untuk memecahkan masalah” atau “Berikan contoh tujuan yang Anda capai dan beri tahu saya bagaimana Anda mencapainya” atau “Apa yang Anda lakukan saat jadwal Anda terganggu? Berikan contoh bagaimana Anda menanganinya”.

Cara Mempersiapkan Wawancara Perilaku

Sebelum mengetahui akan melakukan wawancara seperti apa, cukup persiapkan jawaban atas pertanyaan pada wawancara kerja biasa. Namun jika diminta melakukan wawancara perilaku, segarkan ingatan dan pertimbangkan beberapa situasi khusus yang telah ditangani sebelumnya.

Siapkan cerita-cerita ketika berhasil memecahkan masalah dengan baik. Cerita ini akan berguna untuk memberikan jawaban yang bermakna dalam wawancara perilaku.

Tips Selama Wawancara Perilaku

Selama melakukan wawancara, jika tidak yakin dalam menjawab, mintalah pewawancara untuk menjelaskan kembali pertanyaannya. Kemudian gunakan teknik STAR (Situation, Task, Action, Result). Jelaskan situasi tertentu yang pernah dilalui, tugas-tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil, dan hasilnya. Pastikan untuk memasukkan poin-poin tersebut ke dalam jawaban.

Penting untuk diingat bahwa dalam wawancara perilaku, tidak ada jawaban benar atau salah. Pewawancara hanya mencoba memahami cara berperilaku dalam situasi tertentu. Maka, dengarkan pertanyaan baik-baik kemudian berikan jawaban yang jujur, jelas dan terperinci.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini