Perdagangan Bebas, Korsel Hapus Tarif Barang Impor dari Indonesia

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 320 2330123 perdagangan-bebas-korsel-hapus-tarif-barang-impor-dari-indonesia-cwAegSq2Lx.jpg Perjanjian Perdagangan IK-CEPA. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indonesia menjalin Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan Korea Selatan atau dikenal dengan Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA). Dengan perjanjian kemitraan tersebut Negeri Gingseng akan mengeliminasi cost tariff sebesar 95,54%.

"Melalui IK-Cepa Korea akan mengeliminasi 95,54% cost tarif yang mencakup 97,33% nilai impor dari Indonesia," kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (18/12/2020).

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Jadi Review Besar dalam Bisnis

Agus mengatakan, eliminasi tarif yang diberikan oleh Korea Selatan terhadap produk ekspor Tanah Air akan menjadi keunggulan bagi Indonesia. Sebab, dibandingkan dengan negara pesaing yang tidak memiliki Free Trade Agreement (FTA) dengan Korea Selatan.

"Ini akan menjadi keunggulan bagi Indonesia dibandingkan dengan negara pesaing yang tidak memiliki FTA dengan Korea Selatan" jelasnya.

Baca Juga: Pulihkan Ekonomi, Indonesia-Malaysia-Thailand Perkuat Kerjasama

Pemerintah menargetkan nilai perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan meningkat 5-10% dalam beberapa tahun ke depan. Agus menyampaikan, meski selama ini perdagangan Indonesia dan Korea Selatan meningkat tapi masih dibawah potensi sebenarnya.

"Meski ada peningkatan selama 5 tahun terakhir namun belum signifikan, di pasar Korea, RI masih tertinggal dari Vietnam dan Malaysia. Pada 2019 Korea menjadi tujuan ekspor nomor 8 dan sumber impor nomor 6 bagi indonesia," terang Agus.

Sekedar informasi, total perdagangan Indonesia–Korea Selatan pada 2019 mencapai USD15,65 miliar, dengan ekspor Indonesia ke Korea Selatan sebesar USD7,23 miliar dan impor dari Korea Selatan sebesar USD8,42 miliar. Tren perdagangan kedua negara pada periode 2015–2019 tercatat tumbuh positif sebesar 2,5%.

Sementara itu, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Korea Selatan periode Januari–November 2020 tercatat sebesar USD5,03 miliar. Sedangkan, pada November 2020 nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar USD495,4 juta.

Nilai ini meningkat 7,12% dibandingkan Oktober 2020 yang tercatat sebesar USD462,5 juta. Produk ekspor utama Indonesia ke Korea Selatan antara lain adalah batu bara, briket, produk baja anti karat, plywood, karet alam, dan bubur kertas. Sementara itu, impor Indonesia dari Korea Selatan antara lain terdiri atas sirkuit elektronik, karet sintetis, produk baja olahan, dan bahan pakaian

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini