Kecelakaan Tol di Cipali Memprihatinkan, Faktornya Kelelahan

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 320 2330407 kecelakaan-tol-di-cipali-memprihatinkan-faktornya-kelelahan-QF9PUQywk8.jpg Transportasi Darat Paling Banyak Kecelakaan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut moda transportasi darat masih menjadi salah satu yang paling banyak mengalami kecelakaan di 2020. Salah satunya kejadian kecelakaan yang terjadi di jalan bebas hambatan alias jalan tol.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, pihaknya melakukan investigasi kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebanyak 12 kecelakaan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kecelakaan yang terjadi di jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali).

Baca Juga: Lewat Jalan Tol Tak Perlu Rapid Antigen saat Libur Akhir Tahun

Menurutnya, kecelakaan yang terjadi sebagian besar karena faktor kelelahan. Dalam sebulan saja, bisa terjadi 36 kali kejadian di jalan Tol Cipali.

"Lalu lintas jalan kami prihatin, khusus Tol Cipali, usaha kami untuk Cipali ini luar biasa, tapi kecelakaan 85% karena human factor kelelahan tepatnya. Kami bersama Dirjen Darat dengan pengelola Tol Cipali, terus berupaya, karena kecelakaan di Cipali depan belakang sebulan itu bisa 36 kali kejadian, dari warga yang menyeberang itu 4-5 kali," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (18/12/2020).

Baca Juga: Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar Tak Lagi Gratis, Berikut Daftar Tarifnya

Selanjutnya ada moda transportasi udara alias penerbangan. Investigasi kecelakaan untuk moda penerbangan pada 2020 berjumlah 24 kasus dengan kategori 10 accident dan 14 serious incident, atau turun dari 2019 yang sebanyak 30 investigasi.

Memang, pada moda penerbangan hingga Juli 2020 terjadi kecelakaan yang jumlahnya sama dengan pada 2019. Kendati sempat tinggi hingga Semester I-2020, kecelakaan minor di moda udara dari Agustus 2020 hingga Desember 2020 kembali turun.

Hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, kejadian runway excursion mendominasi kasus yang diinvestigasi yaitu sebanyak 10 kejadian.

"Ada beberapa kecelakaan kecil, ini yang selanjutnya kami diskusi langsung dengan yang mengalami insden, kami sampaikan temuan KNKT untuk segera perbaikan dari sisi regulator berdiskusi, dari teman-teman operator, agar segera melakukan perbaikan," jelasnya

Sedangkan Investigasi kecelakaan untuk moda pelayaran tahun 2020 berjumlah 11 kasus kecelakaan. Angka tersebut terdiri dari 8 kasus domestik dan 3 kasus internasional.

Dan untuk moda kereta api melaksanakan investigasi kecelakaan sepanjang tahun 2020 sebanyak 2 kasus. Dua kasus tersebut semuanya merupakan kejadian anjlokan kereta yaitu kejadian Anjlokan Kereta KA 322 Serayu pada 1 Oktober 2020 dan Anjlokan Kereta KA 3772A pada 10 Desember 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini