6 Ciri-Ciri Investasi Bodong, Untungnya Enggak Wajar

Djairan, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 622 2331609 6-ciri-ciri-investasi-bodong-untungnya-enggak-wajar-6mGDjTromK.jpg OJK (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Praktik investasi bodong alias ilegal masih banyak ditemui. Banyak masyarakat yang terjebak investasi ilegal dengan aneka modus dan iming-iming baru.

Satgas Waspada Investasi telah menemukan ratusan entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin.

Diketahui, modus penipuan investasi yang banyak ditemukan seperti Equity Crowdfunding (ECF) atau penghimpunan dana berbasis online, serta penasihat investasi yang tidak memiliki izin dari OJK.

Baca Juga: Pentingnya Masyarakat Melek Keuangan agar Tak Tertipu Investasi Bodong

Guna mengantisipasi hal itu, OJK membagikan ciri-ciri investasi ilegal yang kerap dijumpai. Sangat penting untuk mengetahui ciri-ciri berikut ini, agar Anda tidak salah dalam menginvestasikan dana pribadi.

“Sobat OJK, investasi kini sudah menjadi kebutuhan untuk masa depan, namun hati-hati terhadap investasi ilegal ya. Kenali 6 ciri-ciri investasi ilegal,” tulis OJK melalui akun Instagram @ojkindonesia, Senin (21/12/2020).

Baca Juga: Terungkap! Banyak Nasabah Kena Kasus Gagal Bayar

Adapun keenam ciri tersebut yaitu:

1. Menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat

2. Menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru

3. Memanfaatkan tokoh masyarakat/tokoh agama

4. Janji aset aman dan jaminan pembelian kembali

5. Klaim tanpa risiko (free risk)

6. Legalitas tidak jelas

Jika Anda mendapat tawaran investasi seperti itu, pastikan selalu menerapkan 2L (Legal dan Logis). Legal, artinya pihak yang menawarkan investasi telah memiliki izin dari lembaga yang berwenang. Sedangkan logis, yaitu tawaran keuntungan yang masuk akal.

Untuk memastikan hal tersebut, tulis OJK, pastikan pihak yang menawarkan investasi telah memiliki izin dari lembaga yang berwenang seperti OJK, Bank Indonesia, Bappebti, atau Kementerian Koperasi dan UKM.

Masyarakat juga bisa mengontak OJK melalui contact center 157, atau menghubungi nomor Whatsapp 081 157 157 157. Juga bisa dengan mengakses website resmi [email protected]

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini