Pasca Kasus Korupsi Benur, Menteri KKP Trenggono: Kita Evaluasi

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 23 Desember 2020 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 320 2332841 pasca-kasus-korupsi-benur-menteri-kkp-trenggono-kita-evaluasi-tKjosZ3Di0.jpg Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi), telah melantik Sakti Wahyu Trenggono menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di Istana Kepresidenan Jakarta. Usai pelantikan, Trenggono langsung ke kantirnya di Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga: Gantikan Edhy Prabowo, Jokowi Tunjuk Wahyu Sakti Trenggono sebagai Menteri KKP

Menteri Trenggono mengatakan bakal mengevaluasi beberapa kebijakan menteri sebelumnya sesuai pesan Presiden Jokowi. Salah satu evaluasinya yakni kebijakan ekspor benih lobster yang diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 12 tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Baca Juga: Profil Sakti Wahyu Trenggono, Wamenhan yang Berpotensi Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan

"Ada beberapa yang dipesankan oleh Pak Presiden. Tapi saya tentu perlu evaluasi, salah satunya adalah soal benur (benih lobster)," ujar dia, Rabu (23/12/2020).

Kemudian, lanjut dia, pihaknya cinta kepada keberlanjutan. Di mana isu keberlanjutan lingkungan ini yang membuat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membuat aturan pelarangan ekspor benih lobster.

Akan tetapi Menteri Edhy Prabowo, kembali melegalkan ekspor benur dengan alasan keberlanjutan harus diseimbangkan dengan kesejahteraan nelayan, yang menggantungkan hidupnya mencari benur.

"Soal benur akan kita evaluasi, karena saya cinta soal keberlanjutan lingkungan. Apabila itu rusak lingkungannya, maka generasi berikut tidak akan bisa mendapat manfaat. Jadi itu yang akan kita evaluasi," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini