Nasabah Jiwasraya Tolak Restrukturisasi Bisa Gigit Jari

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 24 Desember 2020 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 24 320 2333254 nasabah-jiwasraya-tolak-restrukturisasi-bisa-gigit-jari-XglrO1hAuD.jpg Jiwasraya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengungkapkan risiko bagi nasabah yang menolak skema restrukturisasi polis yang ditawarkan pemerintah dalam upaya penyelamatan seluruh polis.

Anggota Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya untuk Program Jangka Panjang Mahelan Prabantarikso mengatakan, ketika ini dilikuidasi, maka nanti pemegang polis yang tidak mau direstrukturisasi atau mungkin dia tidak merespons terhadap restrukturisasi, maka yang bersangkutan akan tinggal di Jiwasraya dengan aset unclean and unclear. Artinya tidak ada dana yang bisa diperoleh nasabah.

"Nasabah-nasabah semacam ini (menolak dan tidak merespons) maka akan ditinggal di Jiwasraya. Tadi disampaikan di Jiwasraya ini sendiri nanti rencananya dari sisi izin akan dikembalikan kepada OJK," ujar Mahelan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (24/12/2020).

Baca Juga: Proses Restrukturisasi Jiwasraya Bakal Dipercepat 

Lalu,pelaksanaan Program Restrukturisasi Polis Jiwasraya ditujukan untuk menyelamatkan seluruh polis dan melanjutkan pemberian manfaat dengan entitas baru bernama IFG Life.

Mahelan mengungkapkan, Pemerintah bersama manajemen Jiwasraya sangat mengapresiasi dukungan para pemegang polis yang telah memperlihatkan antusiasmenya dalam mendukung Program Restrukturisasi Polis Jiwasraya.

"Kami mengucapkan terima kasih atas segala kesabaran dan atensi para pemegang polis selama ini. Program restrukturisasi ini merupakan upaya terbaik Kami saat ini untuk menyelamatkan seluruh pemegang polis Jiwasraya," kata Mahelan.

 

Sebelumnya, penyelamatan polis dengan menjaga keberlangsungan manfaat polis merupakan tujuan utama dalam program restrukturisasi polis Jiwasraya. Ada tiga tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan program restrukturisasi polis Jiwasraya, pertama, menghentikan kerugian besar yang dialami Jiwasraya akibat pemberian jaminan atau bunga yang tidak wajar.

Kedua, menghindari kerugian besar para pemegang polis apabila Jiwasraya dipailitkan karena tidak mampu membayar kewajiban akibat tekanan likuiditas.

Dan ketiga, melanjutkan proses bisnis antara pemegang polis Jiwasraya dengan entitas baru bernama IFG Life dengan potensi bisnis yang besar, profitabel dan berkelanjutan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini