3. Memperoleh Modal
Menjalankan bisnis tentu harus membuat ancang-acang yang tepat dan praktis dalam memperoleh modal. Jika memiliki modal besar, jadilan pemain utama. Namun jika tidak, coba cari pemodal.
Selain itu, ada cara lain untuk menyiapkan modal. Bisa dari tabungan pemilik, pinjaman dari keluarga dekat, rekan kerja, atau dari instansi seperti bank dan lembaga simpan pinjam. Perlu diingat, jika modal bukan berasal dari pemilik bisnis, maka harus siap membagi hasil keuntungan dengan pemberi modal.
4. Persiapkan Peralatan dan Perlengkapan
Dalam menjalankan bisnis laundry, bisa memilih menggunakan cara manual atau dengan mesin cuci. Jika menggunakan cara manual tentu akan memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan mesin cuci.
Selain mesin cuci, dibutuhkan juga mesin pengering, setrika, dan timbangan. Dalam pemilihan mesin, pikirkan juga penggunaan listriknya. Sebab ini akan berpengaruh pada pengeluaran bisnis. Jika tidak bisa menemukan mesin dengan daya kecil, pastikan menggunakannya dengan bijak.
Selain itu pertimbangkan juga penggunaan rak, hanger atau plastik, nota, sabun pencuci, dan lainnya.
5. Sumber Daya Manusia (SDM)
Menjalankan bisnis laundry tidak membutuhkan skill rumit, sehingga bisa dilakukan oleh siapapun. Untuk mengelolanya bisa menggunakan Sumber Daya Manusia (SDM) kenalan atau tetangga yang tidak bekerja.
Hanya dibutuhkan dua orang pegawai. Opsi menambah pegawai bisa dipikirikan setelah bisnis berkembang.
Dalam menilai kriteria pegawai tidak dibutuhkan jenjang pendidikan. Yang terpenting mampu bekerja dengan rapi, teliti, jeli, dan telaten. Carilah pegawai yang memiliki semangat kerja tinggi dan kejujuran.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)