6 Fakta Skema Baru Gaji PNS, Bisa Lebih Besar Tanpa Tunjangan

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Sabtu 26 Desember 2020 06:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 320 2333795 6-fakta-skema-baru-gaji-pns-bisa-lebih-besar-tanpa-tunjangan-crdkPLMoOe.jpeg Gaji (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih terus menyusun skema gaji yang baru untuk pegawai negeri sipil (PNS). Nantinya sistem gaji PNS yang baru akan lebih sederhana dan tidak banyak komponennya.

Formula gaji PNS yang baru tidak akan lagi bergantung pada pangkat dan golongan. Gaji PNS akan disesuaikan dengan beban kerja, tanggung jawab, dan risiko pekerjaan.

Berikut fakta-fakta terkait skema gaji baru PNS seperti dirangkum Okezone Jakarta, Sabtu (26/12/2020).

Baca Juga: Skema Baru Gaji PNS, BKN: Akan Ada Penilaian dan Evaluasinya

1. Masih dibahas dengan Kemenkeu

Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan, rencana perombakan gaji PNS masih dalam pembahasan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Dalam FGD juga tidak tahu persis negara mana yang jadi acuan. Tapi saat ini gaji PNS masih dalam pembahasanya," ujar Paryono.

Baca Juga: Menghitung Gaji PNS dengan Skema yang Baru

2. Dilakukan secara bertahap

Deputi Pembinaan Manajemen Kepegawaian (PMK) Haryomo Dwi Putranto mengatakan, Sistem gaji PNS ini akan ditetapkan secara bertahap. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2011 tentang gaji PNS.

“Dan di dalam PP 11 dinyatakan dengan jelas, sistem gaji yang baru ini dilakukan secara bertahap,” ucap Haryomo.

3. Diterapkan setelah memenuhi persyaratan

Haryomo juga menyebutkan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar skema gaji PNS yang baru ini untuk bisa diterapkan. Salah satu hal yang paling penting adalah jika seluruh hal sudah bisa dipenuhi.

“Namun kembali pada PP tentang manajemen PNS, kapan sistem gaji diterapkan? Tentunya semua bisa dilakukan kalau procurement sudah dipenuhi,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (22/12/2020).

4. Ada penilaian dan evaluasi Jabatan

Nantinya gaji PNS tidak lagi berdasar pada pangkat golongan dan masa kerja, tetapi tingkatan dalam jabatan. Tingkatan ini didapatkan berdasarkan nilai jabatan yang diperoleh melalui kelas jabatan. Nilai jabatan tersebut nantinya baru bisa didapatkan melalui evaluasi jabatan.

"Diwujudkan dalam nilai jabatan yang diperoleh melalui kelas jabatan yang bisa diperoleh melalui evaluasi jabatan," jelas Haryomo.

Dari situlah, pegawai akan ditetapkan gradenya. Kemudian hasilnya nanti akan dijadikan acuan pemberian gaji untuk pegawai negeri sipil.

5. Skema gaji baru PNS tidak bersifat permanen

Kebijakan Perombakan gaji PNS akan disesuaikan dengan kondisi keuangan negara, sehingga tidak bersifat permanen. Namun juga akan memperhatikan kesejahteraan dari para pegawainya.

"Ini kebijakan dari pemerintah dan terkait dengan kondisi keuangan negara jadi tidak permanen," ujar Paryono saat dihubungi Okezone, Selasa (15/12/2020).

6. Kemungkinan gaji PNS akan lebih besar

Paryono mengatakan, secara keseluruhan gaji PNS akan lebih besar dibandingkan skema yang lama ini. Namun bukan berarti, hal tersebut mengalami kenaikan melainkan hanya memasukan komponen tunjangan yang tersedia.

“Kemungkinan gaji pokoknya bisa lebih tinggi dari yang sekarang,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini