Menhub Perpanjang Subsidi 3 Sektor Transportasi hingga 2021

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 29 Desember 2020 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 320 2335705 menhub-perpanjang-subsidi-3-sektor-transportasi-hingga-2021-3yjWFxSMPK.jpg Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan program subsidi untuk tiga sektor transportasi terus dilakukan hingga 2021 mendatang. Program itu untuk menggenjot daya beli masyarakat di daerah-daerah pelosok.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut, program subsidi bagi transportasi udara, darat, dan laut tersebut bagian dari masifikasi pengemabnagn sarana ke daerah-daerah terluar, tertinggal, dan perbatasan. Di mana, daya beli warga setempat dinilai masih minim.

"Persoalannya adalah daya beli saudara-saudara kita di tempat 3T itu belum terlalu kuat," ujar Budi dalam Webinar, Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Untuk subsidi di sektor angkutan darat. Kementerian Perhubungan melakukan kerja sama dengan sejumlah pebisnis transportasi di sektor darat. Di mana, Kemenhub memberikan buy the service (BTS) atau sistem pembelian pelayanan oleh pemerintah kepada pihak operator angkutan umum.

Selain itu ada subsidi di sektor udara, di mana, pemerintah memberikan stimulus bagi industri penerbangan melalui biaya kalibrasi navigasi dan penghapusan biaya passenger service charge (PSC) atau airport tax dalam komponen tiket pesawat.

Sementara subsidi di sektor udara, pemerintah menyuntik dana senilai Rp175 miliar untuk tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U). Sementara untuk biaya kalibrasi telah dianggarkan Rp40 miliar lebih bagi AirNav serta PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II.

"Ada juga ada subsidi untuk angkutan udara, dan jangan lupa kami juga mengadakan subsidi untuk angkutan darat. Jadi kami bekerja sama dengan pengusaha pengusaha angkutan darat, kami berikan buy the service (BTS)," kata dia.

Subsidi angkutan laut terdiri dari dua jenis yakni angkutan laut penumpang dan angkutan laut logistik.

Budi mengatakan, penyelenggaraan angkutan barang tol laut dengan mekanisme penugasan dan swasta untuk 21 trayek dengan anggaran sebesar Rp456,6 miliar dan pelayanan angkutan kapal ternak sebesar Rp77,61 miliar. Subsidi angkutan laut lainnya yakni penyelenggaraan pelayanan angkutan laut perintis swasta dan Pelni sebesar Rp1,18 triliun. Selain itu, Kemenhub juga membangun 20 unit kapal rede Rp30 miliar.

Subsidi yang digelonyorkan pemerintah di sektor transportasi itu diyakini dapat menekan disparitas harga antara Indonesia bagian Barat dan Timur.

Baca Juga: Tingkatkan Kinerja, Kemenhub Setarakan 629 Jabatan Administrasi ke Fungsional

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini