Waspada! IHSG Akhir Tahun Bisa Kena Aksi Profit Taking

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 278 2336171 waspada-ihsg-akhir-tahun-bisa-kena-aksi-profit-taking-IFKhzBP2D9.jpg IHSG (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir tahun berpeluang terkena aksi profit taking. Hal ini terlihat dari perkembangan windows dressing yang sudah terjadi pada bulan November-Desember 2020.

Founder and CEO Finvesol Consulting Fendi Susiyanto melihat kecenderungan market global pada akhir tahun dalam posisi yang siap untuk mengalami profit taking karena memang kenaikannya sudah sangat signifikan. Dia mencontohkan indeks Dow Jones yang telah mencapai level tertinggi dalam dua hari terakhir meskipun seputar informasi positif juga banyak di Amerika Serikat seperti ditandatanganinya Undang-Undang tentang bantuan dana 2,3 triliun dolar AS.

"Sehingga yang terjadi adalah pengaruhnya indeks Dow Jones terhadap IHSG cukup besar di samping IHSG juga sudah mengalami peningkatan signifikan, sehingga di dua hari ini nampaknya kecenderungannya akhir tahun terjadi koreksi karena memang beberapa sektor saham sudah dalam posisi cukup tinggi kenaikannya," ujar Fendi dalam acara Market Opening IDX Channel, Rabu (30/12/2020).

Fendi menambahkan, investor juga saat ini akanvmencermati kondisi varian baru dari Covid-19 yang akan berimplikasi adanya pengetatan atau dilakukan lockdown dibeberapa negara di kota-kota besar termasuk di Jakarta pada 1-14 Januari 2021, dimana ada penutupan penerbangan dari luar negeri ke Indonesia

"Itu juga akan direspon cukup negatif oleh pasar sehingga pasar refleksinya pada hari ini, kemarin kecenderungannya lebih wait and see sampai dengan kondisi-kondisi terbaru akan muncul," kata dia.

Untuk skenario hari ini, dia menyebut akan terjadi perbedaan pada dua sesi perdagangan. Menurutnya, perdagangan sesi I hari ini IHSG cenderung tertekan karena akan mengalami profit taking dan akan menguji du level 6.000. Namun, ada peluang di akhir sesi 2 indeks akan bertahan karena mungkin ada beberapa investor akan belanja saham pada akhir tahun.

"Dengan kondisi Covid-19 mereka nampaknya sudah melihat fase pertama sudah cukup baik mengatasinya dan mereka lebih adaptif dengan kondisi Covid-19 yang terbaru maka dia akan melakukan akumulasi secara perlahan di akhir-akhir sesi kedua," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini