Kepala BKPM Ungkap Sulitnya Negosiasi Kerja Sama dengan Korsel

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 320 2336219 kepala-bkpm-ungkap-sulitnya-negosiasi-kerja-sama-dengan-korsel-Zc8NlHKRUz.jpg Kepala BKPM Bahlil (Foto: Setkab)

JAKARTA - Pemerintah telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan LG Energy Solution, anak usaha LG Chem. Kerjasama ini menyangkut rencana investasi perusahaan asal Korea in di Indonesia, salah satunya pengembangan baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadia mengakui kerjasama ini tidaklah mudah. Salah satunya saat melakukan negoisasi mengalami alot.

"Kita berkomunikasi mencari investor salah satunya dari Korea Selatan. Komunikasinya sempat alot," kata Bahlil dalam video virtual, Rabu (30/12/2020).

Lanjutnya, MoU menjadi sinyal keseriusan yang sangat tinggi dari pihak LG dan Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri baterai terintegrasi. Pada masa pandemi yang begitu penuh tantangan, keberhasilan ini merupakan kepercayaan luar biasa terhadap Indonesia.

"Nilai investasinya fantastis untuk satu korporasi, yaitu mencapai USD9,8 miliar," katanya.

Dalam realisasi investasi proyek, perusahaan patungan ini akan memprioritaskan bekerjasama dengan pengusaha nasional, pengusaha nasional yang ada di daerah dan UKM (Usaha Kecil dan Mikro) lokal yang memiliki kapabilitas dan kapasitas dalam setiap rantai pasok. Dengan demikian diharapkan dapat menggerakkan perekonomian nasional yang berdampak positif bagi daerah.

"Jadi, investasi ini akan menjadi model kolaborasi komplet yang melibatkan perusahaan asing dengan reputasi global, BUMN yang mumpuni, dan pelaku ekonomi swasta nasional/daerah yang kuat," tegas Bahlil.

Baca Juga: Kepala BKPM Akui Investasi China Ngeri-Ngeri Sedap

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini