Sah, Bio Farma Kantong Izin CPOB Produksi Vaksin Covid-19

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 320 2336325 sah-bio-farma-kantong-izin-cpob-produksi-vaksin-covid-19-7XdCYV7FRQ.jpg Bio Farma Siap Produksi Vaksin. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Holding Badan Udaha Milik Negara (BUMN) Farmasi, PT Bio Farma (Persero) memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). CPOB merupakan Good Manufacturing Practice (GMP), di mana, fasilitas produksi Bio Farma layak memproduksi vaksin Covid-19.

Penyetahan sertifikat itu dilakukan dalam pertemuan yang dihadiri oleh tim pengadaan vaksin dan vaksinasi yang terdiri dari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), Wakil Menteri 1 BUMN, Dirut Bio Farma, Honesti Basyir, dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

Baca Juga: Vaksin Sinovac Tahap Dua Sampai Indonesia Akhir Desember 2020

"Dalam pertemuan hari ini kita juga saksikan Penyerahan sertifikat CPOB atau GMP yang artinya fasilitas produksi Bio Farma layak utk memproduksi vaksin Covid-19," ujar Retno, Rabu (30/12/2020).

Dia bilang, tanpa sertifikasi CPOB atau GMP ini, Bio Farma tidak dapat memproduksi vaksin Covid-19. Penyerahan sertifikat itu sendiri didasari atas kapasitas dan kapabiitas Bio Farma yang sudah diakui dunia.

Baca Juga: Dapat Izin BPOM, Bio Farma Tancap Gas Produksi Vaksin Covid-19

"Sebagaimana kita ketahui kualitas dan kapasitas Biofarma juga telah diakui oleh CEPI, dalam due diligence yang dilakukanpada 15 September 2020 dengan hasil yang baik," katanya.

Dalam pertemuan itu, Menlu mengatakan, Indonesia berhasil mengamankan supply vaksin dari AstraZeneca dan Novavax yang masing-masing sebesar 50 juta dosis. Selain itu, pada kamis 31 Desember 2020, pemerintah juga akan memperoleh 1,8 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac, China. Dengan dengan demikian, maka sudah 3 juta vaksin sinovac berada di Indonesia.

"Dari track multilateral diplomasi kita terus bekerja berkomunikasi dan berkoordinasi dengan WHO, GAVI dan lain-lain dalam rangka mengamankan akses vaksin melalui mekanisme COVAX-AMC (Advance Market Commitment) denganrangeperkiraan perolehan adalah 3-20 persen jumlah penduduk. Kita terus akan kawal proses ini," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini