Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bisa Hambat Pemulihan Ekonomi RI

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 01 Januari 2021 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 01 320 2337421 kenaikan-iuran-bpjs-kesehatan-bisa-hambat-pemulihan-ekonomi-ri-nFuM4IFh5F.jpeg Ilustrasi BPJS Kesehatan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan mulai naik 1 Januari 2021. Hal ini dinilai bisa menghambat pemulihan ekonomi Indonesia.

Ekonom Core Yusuf Rendy mengatakan jika melihat momentum segala upaya menaikan tarif di tengah proses pemulihan ekonomi bukanlah sesuatu yang bijak. Seharusnya keputusan ini ditunda sampai proses pemulihan ekonomi selesai.

"Ketertarikan antarara dampaknya ke pemulihan ke ekonomi juga masih relatif kecil," kata Yusuf saat dihubungi MNC Portal di Jakarta, Jumat (1/1/2021).

Kata dia, kenaikan tarif BPJS sudah sesuai dengan Peraturan Presiden no 64 tahun 2020, kenaikan ini juga kalau ditelisik juga tidak sepenuhnya kenaikan namun lebih kepada dikuranginya subsidi pemerintah.

"Saya kira keputusan ini tidak terlepas dari defisit BPJS kesehatan yang semakin membesar," tandasnya.

Sebagai informasi, bagi peserta Penerima Bantun Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan iuran dibayar oleh Pemerintah.

Kemudian iuran bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang bekerja pada Lembaga Pemerintahan terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, dan pegawai pemerintah non pegawai negeri sebesar 5% (lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan : 4% (empat persen) dibayar oleh pemberi kerja dan 1% (satu persen) dibayar oleh peserta.

Lalu Iuran bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang bekerja di BUMN, BUMD dan Swasta sebesar 5% ( lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan : 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja dan 1% (satu persen) dibayar oleh Peserta.

Dan iuran untuk keluarga tambahan Pekerja Penerima Upah yang terdiri dari anak ke 4 dan seterusnya, ayah, ibu dan mertua, besaran iuran sebesar sebesar 1% (satu persen) dari dari gaji atau upah per orang per bulan, dibayar oleh pekerja penerima upah.

Baca Juga: Tarif Baru Iuran BPJS Kesehatan, Cek di Sini

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini