Varian Baru Virus Covid-19 Bikin Pasar Keuangan Negatif

Michelle Natalia, Jurnalis · Minggu 03 Januari 2021 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 03 320 2337986 varian-baru-virus-covid-19-bikin-pasar-keuangan-negatif-qdwFTnX1Jm.jpg Grafik ekonomi (Shutterstock)

JAKARTA - Varian baru virus Covid-19 di Inggris menyebabkan penerapan kembali pembatasan pergerakan, menekan permintaan jangka pendek dan membebani harga. Saat ini rawat inap dan jumlah infeksi baru naik di beberapa Negara Eropa dan Afrika.

Direktur Investama Hans Kwee mengatakan virus itu menyebabkan tindakan penguncian di seluruh negara. Hal ini menghambat upaya pemulihan ekonomi.

 Baca juga: Ekonomi Dunia Diprediksi Melaju Kencang di 2021, Bisa Capai 5,6%

"Penyebaran virus yang tidak terkendalikan pada akhir tahun 2020 masih menjadi sentimen negative utama di pasar keuangan pada awal tahun 2021," kata Hans Kwee di Jakarta, Minggu (3/1/2021).

Lalu, regulator Inggris menyetujui vaksin virus korona yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca untuk penggunaan darurat. Inggris kembali menjadi negara pertama yang menyetujui vaksin yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford tersebut.

 Baca juga: Sri Mulyani Klaim Dunia Berhasil Hindari Skenario Terburuk Covid-19

"Uji coba menunjukkan hasil yang bervariasi dalam keefektifan vaksin AstraZeneca. Vaksin awalnya menunjukkan efektivitas rata-rata 70 persen tetapi tingkat itu melonjak menjadi 90 persen ketika di rubah dosisnya," katanya

Lanjutnya, AstraZaneca mengklaim vaksin Covid-19 yang dikembangkan bersama dengan Oxford University telah mencapai "formula juara" sehingga 100% efektif mencegah infeksi virus corona baru ( SARS CoV-2).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini