Share

Pengusaha Mal Kehilangan Banyak Cuan saat Mal Ditutup Lebih Cepat

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 320 2338566 pengusaha-mal-kehilangan-banyak-cuan-saat-mal-ditutup-lebih-cepat-L8SLaK7Npl.jpg Mal (Foto: Okezone)

JAKARTA - Para pengusaha mal dan pusat perbelanjaan mengaku sangat menyayangkan keputusan pembatasan jam operasional hanya sampai pukul 19.00 saja di libur akhir tahun. Hal ini mengakibatkan tidak adanya lonjakan pengunjung yang signifikan pada libur tahun baru lalu.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan pukul 19.00 merupakan puncak dari kunjungan masyarakat ke mal. Sehingga dengan adanya pembatasan hingga pukul 19.00 dampaknya cukup besar.

"Padahal jam 19.00 adalah salah satu peak hour dalam bisnis pusat perbelanjaan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (4/1/2021).

Baca Juga: Mal Buka Sampai Pukul 19.00, Pengusaha Sedih Kehilangan Pengunjung 

Hasilnya pun terlihat pada libur Natal dan Tahun Baru lalu kata Alphonzus. Di mana tidak ada peningkatan jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan seperti yang terjadi biasanya pada momen libur natal dan tahun baru.

"Sesuai dengan perkiraan, tidak ada lonjakan tingkat kunjungan yang signifikan karena pusat perbelanjaan harus tutup jam 19.00," ucapnya.

Pada libur Natal, tingkat kunjungan natal rata-rata hanya mengalami kenaikan 10 hingga 20% saja. Namun angka ini masih dinilai masih belum cukup.

Sebab jika hanya 10-20% angkanya sama seperti dengan kunjungan akhir pekan biasanya. Pada libur Natal dan tahun biasanya lonjakan jumlah pengunjung bisa mencapai rata-rata hingga 30-50%.

Begitupun pada tingkat kunjungan pada libur tahun baru lalu yang hanya sekitar 20-30% saja. Angka ini sama seperti pengunjung pada libur akhir pekan atau weekend pada umumnya.

"Diperkirakan tidak akan ada lonjakan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan, diprediksi rata - rata peningkatan kunjungan hanya sekitar 20% - 30% saja. Jadi kurang lebih sama seperti weekend atau akhir pekan biasa saja," jelasnya.

Mengenai perkiraan transaksi pada akhir tahun ini, Alphonzus tidak mengetahui persis angkanya. Namun jika mengacu pada akhir pekan selama pandemi, rata-rata transaksi hanya berkisar 60% saja dibandingkan periode normal.

"Rata-rata transaksi pada saat akhir pekan selama pandemi hanya berkisar 60% dibandingkan pada saat normal. Kalau untuk nominal maka harus tanya asosiasi ritel," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini