Mal Sepi Efek Covid-19, Banyak Penyewa yang Bangkrut

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 320 2339838 mal-sepi-efek-covid-19-banyak-penyewa-yang-bangkrut-9evYR1XuQY.jpg Mal (Okezone)

JAKARTA - Tingkat kunjungan dari pusat perbelanjaan atau mal mengalami penurunan selama Covid-19. Mengingat, adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan beberapa kali oleh pemerintah.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, selama pandemi kinerja dari para penyewa tenant di pusat perbelanjaan mengalami penurunan. Sehingga beberapa tenant juga akhirnya tidak bisa bertahan dan memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi kontraknya.

 Baca juga: Okupansi Anjlok, Mal Kian Sepi Gegara Covid-19

"Kinerja dari para peritel ini kekurangan traffic, transaksi juga menurun sehingga mereka ada juga yang tidak bisa bertahan dan itu juga yang mempengaruhi tingkat hunian," ujarnya dalam acara paparan secara virtual, Rabu (6/1/2021).

Hal ini wajar, mengingat tingkat kunjungan dari pusat perbelanjaan atau mal juga mengalami penurunan di sepanjang 2020. Karena adanya pembatasan, pergerakan masyarakat juga dibatasi termasuk untuk berpergian ke pusat perbelanjaan atau mal.

 Baca juga: Tak Tahan Covid-19, Mal di Indonesia Banyak Dijual

Meskipun harus disadari, pembatasan aktivitas masyarakat ini juga bertujuan untuk bisa mencegah penyebaran virus corona di pusat perbelanjaan ataupun mal. Namun, bagi bisnis ritel, dampak dari kebijakan tersebut sangat terasa.

Wajar saja, bisnis ritel adalah jenis usaha yang menitikberatkan pada keramaian dan kerumunan. Jika tak ada kerumunan atau keramaian maka penjualan juga akan mengalami penurunan.

"Padahal mal itu mereka butuh keramaian, kerumunan sedangkan kerumunan ini hal-hal yang dihindari selama pandemi dan itu tidak bisa dipungkiri mempengaruhi kinerja para peritel," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini