Perkuat Struktur, Perbankan Indonesia Didorong Lakukan Konsolidasi

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 320 2343019 perkuat-struktur-perbankan-indonesia-didorong-lakukan-konsolidasi-pZRg7lqEib.jpg Perbankan (Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong industri perbankan menjalankan upaya konsolidasi guna menciptakan struktur perbankan yang kuat, memperbesar skala usaha serta peningkatan daya saing melalui kemampuan inovasi, serta dapat berkontribusi signifikan dalam perekonomian nasional.

Sebagai landasan tujuan tersebut, OJK telah menerbitkan Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum yang berlaku sejak diundangkan pada 17 Maret.

 Baca juga: IMF Sebut Kombinasi Kebijakan BI Bikin Perbankan Stabil

"POJK no 12 tahun 2020 merupakan regulasi yang menaikkan batas minimum modal inti perbankan dari sebelumnya Rp 1 triliun menjadi Rp 3 triliun," ujar Pengamat Ekonomi Josua Pardede di jakarta selasa.

Dengan keluarnya POJK ini secara tidak langsung OJK mendorong konsolidasi perbankan.

 Baca juga: Jumlah Bank Kecil Terus Berkurang, Ini Penyebabnya

"Salah satu tujuan dari OJK untuk mendorong konsolidasi di antaranya untuk meminimumkan risiko dari perbankan secara umum.

Dengan bank-bank yang hadir mempunyai permodalan yang lebih kuat, maka risiko-risiko keuangan yang timbul dapat diminimalisir sehingga sektor perbankan dapat lebih resilient terhadap shock dari sisi internal maupun eksternal.

Lebih lanjut, konsolidasi perbankan ditujukan untuk mendorong ketahanan dan daya saing perbankan sehingga mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional, serta sebagai upaya untuk mendorong perbankan mencapai level yang lebih efisien menuju skala ekonomi yang lebih tinggi.

Ke depannya, sambung dia, bank-bank kecil memang diharuskan untuk beradaptasi melalui integrasi atau merger.

"Ini dampaknya terhadap mereka ialah aksesibilitas yang lebih luas dan potensi keuntungan yang lebih tinggi bila dibandingkan bertahan menjadi bank kecil atau terdegradasi menjadi Bank Perkreditan rakyat (BPR)," tandas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini