Bos BI Sebut Penukaran Valuta Asing Rawan Pencucian Uang

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 14 Januari 2021 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 320 2344284 bos-bi-sebut-penukaran-valuta-asing-rawan-pencucian-uang-6fqbMZXFSU.jpg Dolar (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah terus mencegah aksi pencucian uang yang saat ini masih terjadi. Di mana perlu penguatan kebijakan dan pengawasan terutama dalam valuta asing.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan akan menguatkan kebijakan dan pengawasan pada aktivitas penukaran valuta asing dan pembawaan uang kertas asing. Hal ini dikarenakan penukaran valuta asing dan pembawaan uang kertas asing rawan pencucian uang.

 Baca juga: BI Keluarkan Aturan Baru Jual Beli Dolar

"Kita menguatkan kebijakan dan pengawasan pada aktivitas penukaran valuta asing dan pembawaan uang kertas asing," kata Perry dalam video virtual, Kamis (14/1/2021).

Dia pun mendukung langkah melakukan sinergi untuk jadi anggota penuh Financial Action Task Force (FATF) . Saat ini, BI bersama komite anggota Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sedang persiapkan mutual evaluation FATF.

Baca juga: BI Revisi Ketentuan Aturan Jual Beli Valuta Asing

"Dalam rangka meningkatkan persepsi internasional terhadap integritas sistem keuangan indonesia serta meningkatkan kredibilitas indonesia dalam G20," katanya.

Persiapan yang dilakukan BI dilakukan dengan tiga strategi. Pertama penguatan penerapan berbasis risiko pada sektor sistem pembayaran antara lain assesment kesesuain dengan 40 rekomendasi FATF. Assesment efektivtias implementasi sesuai dengan FATF. Strategi kedua penguatan komunikasi koordinasi antara lain BI dengan PPATK.

"Kami senantiasa bersinergi kuat dgn TPPU dalam upaya bersama secara nasional untuk pencegahan pemberantasan TPPU TPPT," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini