Bos OJK Geber Digitalisasi Industri Jasa Keuangan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2021 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 320 2345254 bos-ojk-geber-digitalisasi-industri-jasa-keuangan-CoqYFzSyBp.jpg Bank (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong digitalisasi produk dan proses bisnis di industri jasa keuangan, termasuk memberikan izin bagi Lembaga jasa keuangan untuk mempunyai bisnis yang full digital (bank digital).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebut dengan memperkuat aturan prudensial untuk fintech peer to peer lending dengan meningkatkan permodalan minimum dan menerapkan fit and proper test bagi pengurusnya.

Selain itu, mendukung pertumbuhan start-up fintech, dengan mengembangkan regulatory sandbox yang menerapkan prinsip same business, same risks, same rules untuk meminimalkan terjadinya regulatory arbitrage.

“Menyiapkan ekosistem produk keuangan Syariah yang lengkap, termasuk mendigitalkan produk Syariah, meningkatkan skala bisnis keuangan Syariah dan juga memperluas akses masyarakat ke produk keuangan Syariah dengan berbagai kebijakan,” kata Wimboh di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Menurut dia, penerapan Roadmap Sustainable Finance Tahap II tahun 2021-2025 dalam rangka mendukung tercapainya komitmen Indonesia dalam SDGS.

“Meningkatkan kemampuan SDM sektor jasa keuangan berpedoman pada Cetak Biru Pengembangan SDM Sektor Jasa Keuangan 2021-2025,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini