8 Fakta Menarik KPPU Denda Perusahaan Semen China Rp22 Miliar, Sengaja Jual Rugi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 20 Januari 2021 05:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 320 2347093 8-fakta-menarik-kppu-denda-perusahaan-semen-china-rp22-miliar-sengaja-jual-rugi-zvIk3OR3EW.jpg Monopoli Bisnis (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menetapkan perusahaan semen asal China PT Conch South Kalimantan Cement (CONCH) karena terbukti melakukan praktik monopoli perdagangan.

CONCH melakukan upaya monopoli perdagangan dengan menetapkan harga jual semen yang lebih rendah dari pasaran.

Terkait hal itu, Okezone merangkum beberapa fakta menarik untuk diulas, Jakarta, Rabu (20/1/2021).

1. KPPU Jatuhkan Denda Rp22 Miliar

Atas pelanggaran tersebut CONCH dijatuhkan denda sejumlah Rp22.352.000.000 (dua puluh dua miliar tiga ratus lima puluh dua juta rupiah).


2. Ini Pasal yang Dilanggar CONCH

Melansir laman KPPU, Selasa (19/1/2021), CONCH selaku Terlapor dalam Perkara No. 03/KPPU-L/2020 terbukti melanggar Pasal 20 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dalam penjualan semen jenis Portland Composite Cement (PCC) di wilayah Kalimantan Selatan dalam sidang pembacaan putusan yang dilakukan oleh Majelis Komisi secara daring hari ini.

Baca Juga: Setelah Baja, Kini Semen China Murah Ancam Industri Dalam Negeri

3. Kasus Pelanggaran Perdagangan Berasal Dari Laporan Publik

Kasus yang diawali dari laporan publik tersebut mengangkat dugaan pelanggaran Pasal 20 UU No. 5/1999, khususnya terkait upaya jual rugi dan/atau penetapan harga yang sangat rendah oleh PT Conch South Kalimantan Cement dalam penjualan semen PCC di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan proses persidangan yang mulai digelar pada 23 Juni 2020 tersebut dan alat bukti yang diperoleh, Majelis Komisi menyimpulkan bahwa CONCH telah melakukan jual rugi pada tahun 2015, serta menetapkan harga yang sangat rendah pada tahun 2015 – 2019.


4. CONCH Manipulasi Laporan Keuangan

 

Tindakan jual rugi tersebut disimpulkan melalui bukti yang menunjukkan harga jual rata-rata yang lebih rendah dibandingkan harga pokok penjualan untuk penjualan semen jenis PCC di wilayah Kalimantan Selatan.

Hal tersebut turut diperkuat oleh Laporan Keuangan di tahun 2015, di mana CONCH mengalami kerugian sebagai akibat dari perilaku tersebut. Sementara penetapan harga yang sangat rendah disimpulkan melalui alat bukti yang menunjukkan harga jual rata-rata CONCH lebih rendah dibandingkan dengan pelaku usaha pesaingnya untuk penjualan semen jenis PCC di wilayah Kalimantan Selatan.

 

5. CONCH Dikendalikan oleh Anhui Conch Cement Company Limited

Majelis Komisi juga menemukan bahwa CONCH secara kepemilikan dikendalikan oleh Anhui Conch Cement Company Limited selaku induk utama perusahaan multinasional yang memiliki kemampuan finansial yang kuat dan berpeluang besar untuk menguasai industri semen secara global.

6. CONCH Bisa Terapkan Harga di Bawah Pasaran

Dengan dukungan tersebut, CONCH memiliki kemampuan dan kekuatan modal finansial untuk menjalankan strategi bisnis dari proses produksi hingga pemasaran, termasuk strategi penetapan harga agar lebih murah dibandingkan harga pasar dan/atau harga pelaku usaha pesaingnya.

7. CONCH Monopoli Penjualan Semen di Kalimantan Selatan

 

Penerapan berbagai strategi harga tersebut di atas, berdampak pada peningkatan pangsa pasar CONCH secara signifikan dan keluarnya 5 (lima) pelaku usaha pesaing dari pasar penjualan semen jenis PCC di wilayah Kalimantan Selatan pada tahun 2015 – 2019. Hal ini mengakibatkan pasar semen tersebut semakin terkonsentrasi dan mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat.

8. Uang Denda Disetor ke Kas Negara

Berdasarkan fakta-fakta persidangan tersebut, Majelis Komisi menjatuhkan hukuman berupa denda administratif kepada CONCH sejumlah Rp22.352.000.000 (dua puluh dua miliar tiga ratus lima puluh dua juta rupiah) atas pelanggaran Pasal 20 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang harus disetor ke Kas Negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha. Pembayaran tersebut dilakukan selambat-lambatnya 30 hari sejak putusan memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) serta melaporkan dan menyerahkan salinan bukti pembayaran denda ke KPPU.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini