JAKARTA - Perusahaan jasa pengiriman FedEx berencana melakukan PHK antara 5.500 dan 6.300 karyawan yang berdomisili di wilayah Eropa. Hal ini sebagai bentuk perampingan setelah mereka melakukan integrasi dengan TNT Express.
Total biaya pesangon yang harus dibayarkan perusahaan bisa mencapai USD575 juta atau setara Rp8,05 triliun (kurs Rp14.000 per USD). Mereka mengharapkan adanya penghematan biaya tahunan antara USD275 juta dan USD350 juta, yang dimulai tahun 2024.
"Proses ini meskipun sulit, akan memungkinkan kami bersama-sama dengan penyelesaian integrasi jaringan untuk beroperasi sebagai satu perusahaan yang menawarkan cakupan yang lebih besar, kecepatan pengiriman, kemampuan operasional yang diperluas, dan tingkat layanan yang ditingkatkan," kata Presiden FedEx Express Eropa Karen Reddington dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari CNN, Rabu (20/1/2021).
Baca Juga: Buruh Sebut Terjadi Gelombang Kedua PHK Besar-besaran, Ini Buktinya
Manajemen perusahaan menyatakan bahwa kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) itu akan mengurangi karyawan yang bergerak di sektor operasional dan back office. Hal itu sejalan dengan proses konsultasi dan regulasi setempat.
Seperti diketahui, FedEx mengakuisisi TNT pada tahun 2016. Tujuannya agar perusahaan pengiriman asal Belanda itu memperluas jaringan pengiriman jalan daratnya di Eropa.
(Dani Jumadil Akhir)