Share

Cara Joe Biden Pulihkan Ekonomi AS dari Covid-19

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 21 Januari 2021 01:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 320 2347833 cara-joe-biden-pulihkan-ekonomi-as-dari-covid-19-C66C3Ud2nn.jpg Presiden AS Joe Biden. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Joe Biden akan dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) hari ini Rabu (20/1/2021) waktu setempat. Biden menyatakan bakal melakukan pemulihan ekonomi setelah Negeri Paman Sam terpuruk dalam resesi akibat pandemi Covid-19.

Biden akan berusaha mengendalikan Covid-19 sebagai langkah awal untuk memperbaiki ekonomi. Sebab, dalam menyelesaikan gejolak perekonomian tersebut, diperlukan penanganan wabah yang serius.

Baca Juga: Paket Stimulus Rp26.655 Triliun, Warga AS Terima BLT Rp19,6 Juta

“Pekerjaan kami dimulai dengan mengendalikan Covid-19. Kita tidak dapat memperbaiki ekonomi, memulihkan vitalitas, atau menikmati momen paling berharga dalam hidup seperti halnya memeluk cucu, ulang tahun, pernikahan, wisuda, semua momen yang paling penting bagi kita sampai virus ini terkendali,” kata Biden beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Anggaran Disahkan, BLT Rp8,5 Juta Cair

Dalam meletakkan prioritas pertamanya, Biden mengatakan akan mengumpulkan sekelompok ilmuwan untuk menghasilkan rencana dalam mengatasi pandemi virus corona yang masih memukul hampir seluruh sektor ekonomi AS, dan siap untuk memulainya pada hari pelantikannya pada 20 Januari 2021.

“Pada hari Senin, saya akan menunjuk sekelompok ilmuwan dan ahli terkemuka sebagai tim penasihat transisi untuk membantu memulai rencana ‘the Biden-Harris Covid’ dan mengubahnya menjadi cetak biru tindakan yang dimulai pada 20 Januari 2021,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Kongres AS mengesahkan hasil pilpres, setelah sempat tertunda selama beberapa jam, karena penyerbuan massa Trump di Gedung Capitol.

Mereka juga menduduki kantor Parlemen AS itu. Dalam sesi yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS, Mike Pence, Biden dipastikan menang telak atas Trump setelah mendapatkan 306 suara elektoral. Trump hanya mendapatkan 232 suara.

Hasil pertemuan ini harus menjadi titik akhir dalam proses merangkum hasil pemungutan suara November dan mengakhiri perdebatan tentang siapa yang selanjutnya secara resmi menjadi kepala pemerintahan AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini