Share

Kapasitas Produksi Vaksin Covid-19 Milik Bio Farma Bertaraf Dunia, Ini Maksudnya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 20 Januari 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 320 2347895 kapasitas-produksi-vaksin-covid-19-milik-bio-farma-bertaraf-dunia-ini-maksudnya-ETYgu7fB3d.jpg Vaksin Covid-19 (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, kapasitas produksi vaksin Covid-19 yang dimiliki PT Bio Farma (Persero) sesuai dengan standar dunia. Hal itu berdasarkan penilaian Global Alliance for Vaccines and Immunisation (Gavi) atau Aliansi Global untuk Vaksin.

Dengan begitu, Induk Holding BUMN Farmasi tersebut memiliki kapasitas untuk memproduksi 250 juta vaksin Covid-19. Hal itu disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR pada Kamis (20/1/2021).

 Baca juga: 2021, Bio Farma Kebut Produksi 125 Juta Dosis Vaksin Covid-19

"Alhamdulillah keputusan pada April (2020) akhirnya di Desember dibuktikan bahwa 250 juta kapasitas ini sudah bisa jadi," ujar Erick.

Perseroan plat merah itu juga tengah meningkatkan teknologi untuk produksi vaksin. Saat ini, manajemen emiten negara sudah menggunakan teknologi seperti viral factor atau mRNA.

 Baca juga: 15 Juta Vaksin Bio Farma Siap Digunakan Februari 2021

Saat ini Bio Farma tengah menyelesaikan produksi 125 juta dosis vaksin Covid-19. Rencananya pada 2021 ini produksi sudah dapat dirampungkan. Perseroan juga menargetkan vaksin merah putih segera diproduksi pada kuartal III-2021. Target itu dilakukan jika bibit vaksin Merah Putih sudah diserahkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, upaya produksi vaksin Merah Putih selain mengupayakan menekan infeksi Covid-19, upaya itu juga untuk menjaga kemandirian dan ketahanan kesehatan di Indonesia.

"Seperti yang disampaikan Pak Menkes (Budi Gunadi Sadikin) tadi, rencana kalau dari Lembaga Eijkman ini bisa sampai di kita di kuartal I-2021 ini, kita proses berupa karakterisasi, uji klinis, dan sebagainnya, kalau semuanya berjalan lancar, kami berharap di kuartal III-2021 kita sudah bisa memproduksi vaksin Merah Putih ini sebagai bagian dari kemandirian kesehatan di Indonesia," ujar dia

Pemerintah tengah berupaya agar ketergantungan bahan baku vaksin dan vaksin jadi secara perlahan akan dikurangi. Di tengah pandemi Covid-19, ketergantungan impor bahan baku farmasi dan vaksin jadi membuat Indonesia kesulitan melakukan supply atau menyediakan kepada masyarakat jika stok vaksin Covid-19, hasil kerja sama dengan produsen luar negeri, berkurang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini