Share

Indonesia Dibanjiri Modal Asing USD5,1 Miliar

Kunthi Fahmar Shandy, Koran SI · Kamis 21 Januari 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 320 2348438 indonesia-dibanjiri-modal-asing-usd5-1-miliar-jufI5fkOmU.jpg Aliran Modal Asing ke Indonesia Meningkat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan sepanjang 2020, defisit transaksi berjalan diprakirakan sekitar 0,5% dari PDB. Sementara itu, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik kembali berlanjut.

"Hal ini tercermin dari investasi portofolio yang mencatat net inflow sebesar USD2,1 miliar pada triwulan IV-2020, berbalik arah dari triwulan sebelumnya yang mencatat net outflow 1,7 miliar dolar AS," kata Perry secara virtual di Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga:Ā Aliran Modal Asing Masuk ke Indonesia Meningkat Jadi Rp3,86 Triliun Pekan Ini

Adapun memasuki awal tahun 2021, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik ini terus berlanjut dan mencapai USD5,1 miliar dolar AS per 19 Januari 2021, termasuk penerbitan obligasi global oleh pemerintah.

Dengan perkembangan ini, sambung Perry, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2020 tetap tinggi, yakni USD135,9 miliar.

Baca Juga:Ā Dana Asing Banjiri Indonesia hingga USD2,54 Miliar

"Ini setara pembiayaan 10,2 bulan impor atau 9,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ucapnya.

Ke depan, defisit transaksi berjalan diprakirakan sekitar 1,0%-2,0% dari PDB pada tahun 2021, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) memutuskan menahanĀ BI 7-Day Reverse Repo RateĀ (BI7DRR) atau suku bunga acuan tetap di 3,75%. Hal ini menjadi keputusan dalamĀ Rapat Dewan Gubernur (RDG).

Sedangkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%Gubenur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini mempertimbangkan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"Berdasarkan assment menyekuruh secara keseluruhan Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 20 sampai 21 Januari memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 3,75%. Keputusan ini mempertimbangkan perlunya stabilitas nilai tukar rupiah dan akselerasi ekonomi," kata Perry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini