Ekonomi RI Masih Minus, Sri Mulyani: Tetap Lebih Baik

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 21 Januari 2021 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 320 2348583 ekonomi-ri-masih-minus-sri-mulyani-tetap-lebih-baik-aHJONl9Zy3.jpg Sri Mulyani (Foto: Setkab)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenekeu) memperkirakan, ekonomi Indonesia masih belum bisa tumbuh positif pada kuartal IV-2020.

Kalkulasinya, pada periode itu diperkirakan ekonomi masih terkontraksi minus 2,9% sampai dengan minus 0,9%.

 Baca juga: PPKM Diperpanjang, Bos BI Ajak Masyarakat Penuhi Protokol Kesehatan dan Jangan Dilanggar

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan angka kontraksi tersebut jauh lebih baik dari kondisi kontraksi ekonomi yang terjadi pada kuartal III-2020 yang minus 3,49% dan kontraksi pada kuartal II-2020 yang minusnya mencapai 5,32%.

"Tetap kontraksi tapi lebih landai, yaitu minus 2,9 sampai minus 0,9% ," kata Sri dalam video virtual, Kamis (21/1/2021).

 Baca juga: Tok! Menko Airlangga Umumkan PPKM Diperpanjang hingga 8 Februari 2021

Kata dia, ekonomi Indonesia sepanjang 2020 juga akan terkontraksi, yakni di kisaran minus 2,2 persen sampai dengan minus 1,7%. Tapi, besaran kontraksi tersebut ditekankannya masih jauh lebih baik dari negara lain.

"Kami memperkirakan -2,2% hingga -1,7%, angka ini masih lebih baik dibandingkan banyak negara baik dari negara dalam kelompok G20 kecuali RRT dan banyak ASEAN besar yaitu ASEAN 5, di mana kontraksi ekonomi mereka bahkan bisa mencapai -10%% di India dan -8,3% di negara tetangga kita seperti Filipina,"bebernya.

Dia akan tetap waspada untuk menggunakan instrumen fiskal pada 2021. Meskipun optimisme pemulihan ekonomi tinggi pada awal tahun ini, tapi tingkat penyebaran COVID-19 diakuinya masih tinggi di Indonesia.

"Tentu pelaksanaan APBN masih mengalami ketidakpastian karena pada Januari ini, meski kita punya optimisme dan harapan pemulihan terjadi, kita juga melihat Covid melonjak sesudah liburan panjang,"bebernya.

Dia menambahkan APBN 2021 pun akan menjadi instrumen yang memberi dukungan penuh untuk penanganan dampak Covid-19 terhadap kesehatan, termasuk vaksin dan vaksinasi, perlindungan sosial, pemulihan ekonomi, dan reformasi struktural.

“Vaksinasi akan terus kita kawal dengan tata kelola yang baik dan dengan landasan hukum yang tepat sehingga tetap accountable,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini