Share

Wih, Uang Beredar di RI Tembus Rp6.900 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 320 2349064 wih-uang-beredar-di-ri-tembus-rp6-900-triliun-FUzZIJZ0T6.jpg Uang Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat likuditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Desember 2020 didorong oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryoni mengatakan posisi M2 pada Desember 2020 sebesar Rp6.900,0 triliun atau meningkat 12,4% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,2% (yoy).

"Peningkatan tersebut didorong oleh M1 yang tumbuh sebesar 18,5% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 15,8% (yoy)," kata Erwin di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: Peredaran Uang Kartal Rp898,9 Triliun, BI: Aktivitas Ekonomi Membaik

Hal tersebut sejalan dengan peningkatan peredaran uang kartal di masyarakat dan giro Rupiah. Sementara itu, komponen uang kuasi melambat, dari 11,1% (yoy) menjadi 10,5% (yoy) pada Desember 2020. Pertumbuhan surat berharga selain saham juga terkontraksi lebih dalam menjadi -10,6% (yoy) dari -5,8% (yoy) pada November 2020.

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada Desember 2020 disebabkan oleh aktiva luar negeri bersih dan kenaikan ekspansi keuangan pemerintah.

" Hal ini tercermin dari pertumbuhan aktiva luar negeri bersih Desember 2020 sebesar 13,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan November 2020 sebesar 10,3% (yoy)," bebernya.

Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat juga meningkat, dari 66,5% (yoy) menjadi 66,9% (yoy) pada Desember 2020. Sementara itu, pertumbuhan kredit[1] terkontraksi lebih dalam menjadi -2,7% (yoy) dari -1,7% (yoy) pada November 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini