Hati-Hati! Pentolan BI Ingatkan Bankir Bisa Kehilangan Pekerjaan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 320 2349218 hati-hati-pentolan-bi-ingatkan-bankir-bisa-kehilangan-pekerjaan-RpIFoJTYkj.jpg Gubernur BI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meminta agar industri perbankan mencermati perkembangan digital saat ini. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, terdapat potensi besar bagi para pekerja di industri perbankan atau bankir untuk kehilangan pekerjaannya.

Sebab, perkembangan transaksi digital bank atau digital banking di Indonesia pada 2021 diperkirakan sangat pesat.

"Jadi para bankir apakah Anda ingin disowani (disamperin) lama-lama Anda ditinggalkan, wes (sudah) dijaminlah. Kalau para bankir, masih ingin disowani kepada panjenengan semua, Anda kemudian enggak ada kerjaan, akan ditinggal konsumen," ujar Perry dalam video virtual,Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Tak Ingin Perbankan Punah seperti Dinosaurus 

Perry mengatakan, dengan pesatnya perkembangan digital, para bankir tidak lagi bisa berdiam diri dan menunggu masyarakat menggunakan layanannya seperti selama ini. Sebab, teknologi digital mengharuskan mereka untuk beri pelayanan lebih ke konsumen.

"Dulu kan masyarakat harus sowan ke yang mulia para bankir-bankir ini. Mau transfer, ambil uang, setor, nah sekarang you have to service them melalui digital banking. Sekarang masyarakat sudah pinginnya transaksi hanya melalui HP," katanya.

Dari total transaksi digital tersebut, berasal dari transaksi melalui perdagangan elektronik atau e-Commerce akan mencapai Rp253 triliun pada 2020. Sedangkan pada 2021 melonjak 33,2% menjadi Rp337 triliun.

Adapun yang berasal dari penggunaan uang elektronik, dikatakannya mencapai Rp201 triliun pada 2020. Sementara itu, pada 2021 akan mengalami kenaikan mencapai 32,3 persen menjadi sebesar Rp266 triliun.

"Dan itulah kenapa Bank Indonesia sangat agresif melakukan digitalisasi sistem pembayaran. Ingat itu lihat angkanya digital banking, ini termasuk online banking, mobile banking, transaksi yang tidak butuh tatap muka," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini