Untuk perbankan besar, kemarin di awal Januari sudah cukup tinggi dan meningkat signifikan. Menurut Putu, ini adalah timing yang tepat kalau bisa aksi profit taking terlebih dahulu di sektor manapun.
"SMCB mampu naik 20% di tengah koreksi IHSG kemarin. Industri semen secara keseluruhan ada sentimen positif karena dari pemerintah menggenjot proyek infrastruktur di luar Jawa. Jadi kemungkinan besar ini berdampak positif kepada demand untuk semen kedepannya," jelasnya.
Tahun lalu di era pandemi, permintaan semen menurun karena banyak proyek dipostpone untuk sementara. Perusahaan Taiheiyo Jepang yang akan menyuntikkan dana Rp3 triliun ke SMCB juga memiliki korelasi karena ini memberikan dampak positif pada SMCB, menambah permodalan dan menjadi jalur alternatif SMCB menguasai pangsa pasar global.
"Kami lihat SMCB ke speculative buy saja. Untuk koreksi kemungkinan ada, tapi supportnya di kisaran 1.600, resistancenya 1.780 bisa menjadi acuan," pungkas Putu.
(Fakhri Rezy)