Laba Anjlok di 2020, Dirut Bank Mandiri: Kami Cukup Confident

Hafid Fuad, Jurnalis · Kamis 28 Januari 2021 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 278 2352554 laba-anjlok-di-2020-dirut-bank-mandiri-kami-cukup-confident-udqle7ruTN.jpg Bank Mandiri Optimis pada 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA Bank Mandiri optimistis dapat melakukan perbaikan tahun ini, dengan mencatatkan perbaikan akibat tekanan pandemi Covid-19 sejak tahun kemarin. Dampak tekanan tahun lalu membuat laba bersih sepanjang 2020 terkontraksi hingga 38% menjadi Rp17,1 triliun.

“Kami cukup confident dengan respons yang kami lakukan di situasi pandemi ini. Walaupun tekanan pada laba, kami tetap optimis kinerja Bank Mandiri akan mengalami rebound di tahun ini,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi hari ini di Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Dia menjanjikan, akan terus mendorong pengembangan digital banking seiring pergeseran perilaku masyarakat dalam bertransaksi. Diharapkan, berbagai upaya ini dapat menjaga kualitas layanan dan kepercayaan stakeholder kepada perseroan.

Baca Juga: Alamak, Laba Bank Mandiri Anjlok 37,7%

Lebih lanjut, Darmawan mengatakan, pencapaian laba di 2020 didorong oleh pertumbuhan fee based income yang tumbuh sebesar 4,9% yoy menjadi Rp28,7 triliun. Salah satu penyumbang utama adalah pendapatan dari transaksi online. Tercatat, frekuensi transaksi aplikasi Mandiri Online sepanjang 2020 mencapai lebih dari 600 juta transaksi dengan nilai transaksi mencapai lebih dari 1.000 Triliun.

"Selain itu, dengan berbagai inovasi produk digital, Bank Mandiri juga berperan dalam memitigasi dampak pandemi dengan memutus rantai penyebaran covid19," ujarnya.

Perseroan juga siap menjaga kesinambungan bisnis di tengah situasi perlambatan ekonomi global akibat pandemi covid19. Tantangan ini sangat nyata mengingat dampak pandemi yang sangat terasa, terutama dalam fungsi intermediasi perbankan.

Tercatat penyaluran kredit Bank Mandiri tahun lalu terkontraksi 1,61% yoy secara ending balance. Walaupun ini masih lebih baik bila dibandingkan kontraksi 2,41% yang dialami perbankan nasional. Namun secara konsolidasi, pertumbuhan kredit secara average balance atau baki debet rata-rata berhasil mencatat perkembangan, yakni tumbuh 7,08% yoy menjadi Rp871,3 trilun.

Baca Juga: Merger Perbankan BUMN Syariah, Saham Bank Mandiri Akan Melejit?

"Ini mengindikasikan strategi penyaluran kredit Bank Mandiri telah sejalan dengan keinginan untuk tumbuh secara sustain dalam jangka panjang," katanya.

Sementara itu untuk penghimpunan DPK secara konsolidasi di akhir 2020 berhasil tumbuh 12,24% yoy, menjadi Rp1.043,3 triliun. Pertumbuhan DPK ini juga masih di atas pencapaian industri perbankan nasional yang tumbuh 11,1%.

“Kami menerapkan kebijakan penyaluran kredit secara prudent dan selektif kepada targeted customer dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan pemulihannya lebih cepat. Hasilnya, kami mampu menjaga kualitas kredit sehingga rasio NPL konsolidasi masih baik di 3,09%.” ujarnya.

Meski selektif, dia memastikan bahwa Bank Mandiri tetap menjadikan peran intermediasi perseroan sebagai prioritas utama untuk meningkatkan kembali demand masyarakat dan memulihkan ekonomi nasional

Di sisi lain, dengan belum pulihnya demand kredit, perseroan juga melakukan counter-balancing dengan terus memacu efisiensi, baik dari penurunan cost of fund maupun penghematan biaya operasional. Bank Mandiri berhasil menurunkan cost of fund sebesar 33 bps yoy menjadi 2,53% di Desember 2020 sedangkan biaya operasional hanya tumbuh 1,42%, dibandingkan kenaikan biaya operasional periode sebelumnya yang mencapai 6,68%.

Dalam hal aplikasi Mandiri Online yang menjadi produk utama digital banking Bank Mandiri, juga terus menjadi pilihan nasabah dalam bertransaksi. "Ini terlihat dari jumlah pengguna aktif aplikasi ini yang naik signifikan sebesar 40% menjadi 4,5 juta pengguna pada tahun lalu,” katanya

Darmawan mengatakan, pencapaian laba Bank Mandiri pada tahun lalu juga tidak lepas dari kinerja solid perusahaan anak yang berkontribusi 22,5% terhadap laba perseroan. Asset perusahaan anak tumbuh 15,1%, dimana kredit mampu tumbuh 12,3% yoy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini