Bank Syariah Indonesia Siapkan Pembiayaan Rp272 Triliun pada 2025

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 28 Januari 2021 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 320 2352385 bank-syariah-indonesia-siapkan-pembiayaan-rp272-triliun-pada-2025-zCyZuSs1jY.jpg Uang Rupiah. Foto: Okezone

JAKARTA - Manajemen Bank Syariah Indonesia (BSI) berencana membuka kantor cabang di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada 2021. Tak hanya itu, manajemen menargetkan pembiayaan perseroan akan mencapai Rp272 triliun pada 2025. Sedangkan di sektor pendanaan diupayakan mencapai Rp336 triliun di tahun yang sama.

"Penggabungan bank syariah BUMN (memiliki) neraca dari kinerja keuangan yang baik, dengan target Rp275 triliun pembiayaan pada tahun 2025 dan pendanaan Rp336 triliun pada tahun 2025," ujar Direktur Utama BSI Hery Gunardi Kamis (28/1/2021).

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Incar Bisnis UMKM hingga Ritel

Dia mengutarakan, pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan core competence bank syariah di Indonesia. Di mana, Bank Syariah Indonesia atau BSI juga akan memiliki produk konsumer yang beragam, didukung kemampuan teknologi untuk menyediakan dan memudahkan pelanggan dengan pengalaman perbankan digitalnya.

BSI juga akan memiliki jaringan yang luas dengan lebih dari 1.200 kantor cabang sehingga dapat melayani nasabahnya. "Diharapkan pula tercipta pendapatan yang signifikan dan sinergi sehingga dapat menghasilkan kontribusi positif bagi pertumbuhan BSI," kata dia.

 

Hery menguraikan keinginan BSI untuk menjadi top 5 Bank Nasional dan top 10 bank syariah di ranah global. Ihwal hal itu, manajemen mengandalkan pilar-pilar yang BSI seperti produk inovatif, jaringan yang luas, Sumber Daya Manusia (SDM) kompeten, sistem IT, serta aset hasil merger senilai Rp200 triliun per Desember 2020.

“Satu hal yang pasti, BSI akan terus menjunjung komitmen bagi para pelaku UMKM di Tanah Air. Secara konkrit, BSI akan membangun sentra UMKM baik di kota-kota besar maupun kota kabupaten, melakukan penyaluran berbasis komunitas," ujarnya.

Untuk sektor bisnis, BSI fokus pada tiga sektor yakni Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), retail, dan wholesale. BSI akan menyasar bisnis UMKM dari sektor halal. Sebelum merger, bank syariah BUMN telah banyak menjalin kerjasama untuk membantu para pelaku usaha kecil dan mikro, khususnya di sektor industri halal.

Di sisi segmen retail, dengan adanya layanan bank syariah, BSI akan memberikan pengalaman perbankan berdasarkan digital banking, kualitas layanan, dan produk yang melampaui ekspektasi dari nasabah. Misalnya, BSI akan fokus ke bisnis finance, emas, cicil emas, hingga komoditas lainnya.

Pengembangan ekosistem Islami syariah seperti ekosistem haji, umroh, organisasi masyarakat, pendidikan, kesehatan juga akan dikembangkan.

Sementara pada segmen wholesale, BSI akan menginisiasi sindikasi pembiayaan skala menengah dan menengah besar. "Dan kami bersinergi dengan bank syariah lainnya untuk berpartisipasi. Kami juga mendorong inovasi produk wholesale syariah dengan mengoptimalkan akad kas syariah. Misalnya musyarakah dan mudharabah," ujar Hery.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini