BRI Syariah Cetak Laba Rp248 Miliar pada Kuartal IV-2020

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 278 2352925 bri-syariah-cetak-laba-rp248-miliar-pada-kuartal-iv-2020-1LLGNeDovg.jpg BRI Syariah Bukukan Laba 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank BRIsyariah Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih impresif pada triwulan IV-2020 sebesar Rp248 miliar atau naik 235,14% dibandingkan triwulan IV-2019.

Di sisi aset, BRIsyariah tercatat sebesar Rp57,7 triliun pada triwulan IV 2020, meningkat 33,8% dibandingkan triwulan IV 2019. Selain mencatat pertumbuhan laba, pertumbuhan pembiayaan dan dana murah perseroan juga mengalami peningkatan yang signifikan.

Direktur Utama BRIsyariah Ngatari menyampaikan, hingga triwulan IV 2020 BRIsyariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp40 triliun, tumbuh mencapai 46,24% year-on-year (yoy). Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ditopang oleh segmen Ritel (SME, Mikro dan Konsumer) untuk memberikan imbal hasil yang lebih optimal.

“Alhamdulillah menjelang legal merger tanggal 1 Februari 2021 BRIsyariah tumbuh positif dari sisi laba, asset, pembiayaan,” ujar Ngatari di Jakarta, Jumat (29/1/2021).

Baca Juga: BSI Dapat Restu OJK, Saham BRIS Diprediksi Terus Naik

Secara rinci, pembiayaan mikro BRIsyariah mencatat pertumbuhan tertinggi. Total pembiayaan mikro yang disalurkan BRIsyariah pada tahun 2020 mencapai Rp10,7 triliun, tumbuh 163% yoy. Pertumbuhan pembiayaan mikro disokong oleh penyaluran KUR yang sesuai target.

Total KUR yang disalurkan BRIsyariah pada tahun 2020 mencapai Rp4,5 triliun. Sekitar 40 persen penyaluran KUR BRIsyariah diarahkan ke sektor ekonomi produksi. Sementara sekitar 37,7% difokuskan ke sektor ekonomi perdagangan dan sekitar 22% di sektor jasa.

Baca Juga: Sah, OJK Terbitkan Izin Bank Syariah Indonesia

Saat ini, terutama di masa pandemi, penyaluran pembiayaan BRIsyariah juga diutamakan untuk sektor-sektor yang lebih minim risiko, seperti pertanian, peternakan, dan alat kesehatan. Selain mikro, BRIsyariah menyalurkan Rp7,4 triliun pembiayaan untuk segmen kecil dan menengah, tumbuh sebesar 65% yoy.

Pertumbuhan penyaluran pembiayaan juga diiringi perbaikan kualitas pembiayaan. NPF BRIsyariah pada bulan Desember 2020 tercatat 1,7%, turun dibandingkan Desember 2019.

“Kami menargetkan pertumbuhan yang berkualitas lewat penyaluran pembiayaan yang selektif,” ujarnya.

Di sisi dana pihak ketiga (DPK), BRIsyariah mencatat pertumbuhan sebesar 44,61%. “Dana Pihak Ketiga meningkat ditopang oleh pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) sejalan dengan strategi pengendalian beban biaya dana. Peningkatan dana murah yang mencapai mendorong penurunan biaya dana atau cost of fund,” pungkas Ngatari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini