Share

5 Fakta Ekspor Benih Lobster Masih Dihentikan

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2021 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 320 2352984 5-fakta-ekspor-benih-lobster-masih-dihentikan-HMyi0aiS1I.jpg Ekspor Benih Lobster Dihentikan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan kebijakan ekspor benur atau benih lobster sampai saat ini masih dihentikan. Dia bersama pihaknya masih terus mencari solusi terbaik terkait kebijakan tersebut.

"Ekspor lobster sementara tetap saya hentikan dulu sampai kemudian saya dapat satu solusi yang terbaik," ujar Sakti Wahyu Trenggono di Gedung DPR RI Jakarta.

Dia juga mengatakan, butuh kajian mendalam untuk memutuskan perihal kebijakan ekspor benih lobster ini, termasuk masukan dari berbagai pihak. Sebab, ada banyak masyarakat yang mencari nafkah dari kegiatan mencari benur.

Baca Juga: Produk Ikan Tuna dan Cakalang Indonesia Segera Masuk Pasar Amerika dan Eropa

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum sejumlah fakta menarik soal dihentikannya kebijakan ekspor benih lobster atau benur, Jakarta, Sasbtu (29/1/2021):

1. KKP Tidak Ingin Benih Lobster Dijual Tanpa Budidaya

Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa ekspor benih lobster ini memang memiliki permintaan yang besar. Namun, di sisi lain ada banyak nelayan yang menggantungkan hidupnya dari benih lobster. Akan tetapi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak ingin benih lobster langsung dijual begitu saja tanpa ada budi daya.

Baca Juga: 14 Kali Ekspor Langsung Perikanan Manado-Jepang, Ini Hasilnya

"Jadi benih lobster ini saya terus terang secara pribadi melihat bahwa ada demand di luar yang jumlahnya cukup besar, kemudian ada nelayan yang hidupnya bergantung terhadap kesejahteraan benih lobster yang mereka harus makan. Tetapi di sisi lain sebagai negara juga tidak ingin mencari benih lobster untuk kemudian langsung dijual saat ini juga, namun ini bisa dijembatani kemudian dilakukan budidaya," jelasnya.

2. KKP Dorong Budidaya Benih Lobster di Dalam Negeri

Trenggono mengatakan, KKP saat ini lebih mengedepankan budidaya benih lobster di dalam negeri. Maka dari itu, KKP akan menyampaikan ke komisi IV DPR RI untuk dibicarakan bersama.

"Apabila menyetujui dari program yang akan saya sampaikan, maka itu akan kami lakukan. Jadi benih lobster kita akan menuju ke budi daya, sehingga itu (ekspor) akan kita hentikan dulu sementara ini," ungkap dia.

3. KKP Sedang Memikirkan Kebijakan Yang Tepat

Dia juga mengatakan, saat ini pihaknya sedang memikirkan bagaimana kebijakan yang tepat, misalnya setiap pelaku budi daya benih lobster harus memiliki nelayan binaan. Di mana saat ini beberapa kelompok usaha sudah mulai melakukan budidaya benih lobster.

"Ini semua sedang kami kaji makanya kami pergi ke suatu tempat di Bali, di situ memang bukan tempat budidaya lobster tapi karena pemikiran saya adalah budi daya lobster harus dijalankan, maka ada sekelompok usaha yang sudah memulai. Dan saya berpikir itu adalah pesan yang ingin saya sampaikan kepada masyarakat, bahwa budidaya itu penting, jangan praktis mengambil bibitnya saja," tandas Menteri Trenggono.4. Kebijakan Penggunaan Cantrang Masih Dikaji

Menteri Trenggono mengatakan bahwa kebijakan penggunaan alat tangkap cantrang, juga masih dalam tahap kajian. Dia masih membutuhkan masukan dari berbagai pihak yang mengerti betul mengenai persoalan tersebut.

Menurut laporan yang diterimanya dari Plt Dirjen Perikanan Tangkap, alat tangkap cantrang masih belum diperbolehkan beroperasi lagi di lapangan.

"Pak Dirjen mengatakan KKP belum pernah mengizinkan cantrang. Untuk itu sampai hari ini juga, kami masih menunda Permen 59," tegas dia.

5. Wakil Ketua Komisi IV DPR Dukung KKP Hentikan Sepenuhnya Kebijakan Ekspor Benur

Wakil Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin menaruh harapan kebijakan-kebijakan KKP di bawah Menteri Trenggono dapat memberi kesejahteraan untuk rakyat. Mengenai ekspor benur, dia mendukung KKP menghentikan sepenuhnya kebijakan tersebut tersebut.

"Kepemimpinan Pak Menteri ini, Pak Trenggono ini, dalam melakukan gerakannya ada getaran menuju kesejahteraan rakyat. Jangan tanggung, stop cabut saja. Kita nanti bersepakat dalam rekomendasi Komisi IV, bersepakat dengan Menteri KKP untuk mencabut (kebijakan ekspor benih)," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini