Hutama Karya Minta ke Erick Thohir Tambahan PMN Rp19 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 320 2353118 hutama-karya-minta-ke-erick-thohir-tambahan-pmn-rp19-triliun-0ES6XLubDy.jpg Tol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pembangunan jalan tol Trans Sumatera kini terancam berhenti proses pengerjaannya. Mengingat, proyek yang penugasannya diberikan kepada PT Hutama Karya (Persero) saat ini kekurangan dukungan dana karena defisit PMN sebesar Rp60 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan mengatakan pihaknya sedang mengajukan tambahan PMN sebesar Rp19 triliun kepada pemerintah. Tambahan PMN itu sendiri akan digunakan untuk melanjutkan proyek Jalan Tol Trans Sumatera.

"Perusahaan saat ini sedang mengajukan tambahan PMN sebesar Rp19 triliun kepada pemerintah," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (29/1/2021).

Baca Juga: Proyek Tol Trans Sumatera Terancam Berhenti, Begini Penjelasan HK 

Meskipun pada tahun ini, Hutama Karya akan menerima tambahan PMN yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp6,2 triliun. Sedangkan pada tahun lalu, Hutama Karya mendapatkan PMN sebesar Rp3,5 triliun.

"Di tahun 2021 sendiri, Hutama Karya akan menerima tambahan PMN sebesar Rp6,2 triliun yang telah dianggarkan oleh pemerintah dalam RAPBN," ucapnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan tambahan anggaran PMN yang berasal dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp7,5 triliun. Dengan tambahan anggaran itu membuktikan jika pemerintah cukup serius untuk menyelesaikan proyek jalan tol di Sumatera tersebut.

Menurut Fauzan, di tengah pandemi Covid-19 pembangunan infrastruktur tetap harus terus berjalan. Oleh karena itu, Hutama Karya menyiasati penyelesaian PSN yang dimana dalam pelaksanaannya menjadi program prioritas dari pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan di daerah.

Sementara di sisi lain, pemerintah telah berkomitmen untuk mempercepat Pembangunan JTTS. Komitmen tersebut dibuktikan melalui Penyertaan Modal kepada Hutama Karya dalam bentuk PMN dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Sebagai contoh, di tahun 2020, Hutama Karya mendapatkan PMN sebesar Rp3,5 triliun dan tambahan PMN melalui Program PEN sebesar Rp7,5 triliun yang membuktikan bahwa Pembangunan JTTS merupakan Proyek Prioritas Pemerintah yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN)," jelasnya.

Sebagai informasi, hingga saat ini, Hutama Karya telah mengoperasikan secara penuh beberapa ruas di JTTS yakni Tol Bakauheni – Terbanggi Besar sepanjang 141 Kilometer. Kemudian ada Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung sepanjang 189 Km.

Selanjutnya ada Tol Palembang – Indralaya (22 Km), Tol Medan – Binjai seksi 2 & 3 sepanjang 15 Km. Lalu ada Tol Pekanbaru – Dumai yang memiliki panjang 132 Km.

Dan terakhir adalah Tol Sigli – Banda Aceh seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang yang memiliki panjang 14 Km. Sehingga total panjang JTTS yang tengah dibangun oleh Hutama Karya dalam tahap I yakni kurang lebih 1.156 Km dengan 643 Km ruas konstruksi dan 513 Km ruas operasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini