Hutama Karya Putar Otak Cari Tambahan Modal Lanjutkan Proyek Tol Trans Sumatera

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 320 2353159 hutama-karya-putar-otak-cari-tambahan-modal-lanjutkan-proyek-tol-trans-sumatera-7K68fSNBfz.jpg HK Cari Modal Lanjutkan Proyek Tol Trans Sumatera. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) optimis pembangunan jalan tol Trans Sumatera bisa diselesaikan. Meskipun, ada beberapa masalah yang saat ini sedang terjadi khususnya terkait pendanaan karena defisit PMN sebesar Rp60 triliun.

Executive Vice President (EVP) Divisi Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan mengatakan, untuk menyelesaikan permasalah pendanaan, berbagai skema creative financing pun dilakukan Hutama Karya untuk percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Seperti, dengan obligasi perusahaan yang dijamin pemerintah hingga pinjaman dari lembaga keuangan yang dijamin oleh pemerintah.

“Beberapa skema pendanaan yang saat ini tengah dilakukan antara lain melalui Penyertaan Modal Negara (PMN), Obligasi Perusahaan yang dijamin oleh Pemerintah, Pinjaman dari Lembaga Keuangan yang dijamin oleh Pemerintah, dan pendanaan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujar Fauzan dalam keterangannya, Jumat (29/1/2021).

Baca Juga: Hutama Karya Minta ke Erick Thohir Tambahan PMN Rp19 Triliun

Selain itu, perseroan juga sedang mengajukan mengusulkan beberapa poin kunci kepada para pemegang saham obligasi (bondholders) yakni penyesuaian perjanjian perwaliamanatan. Tujuannya, agar sejalan dengan lajur bisnis perusahaan saat ini, di mana portofolio bisnis perusahaan tengah bertransformasi dari mayoritas jasa konstruksi menuju perusahaan konstruksi dan investasi.

“Oleh karena itu, dalam agenda RUPS kemarin, kami mengusulkan beberapa key points kepada para bondholders yakni penyesuaian perjanjian perwaliamanatan sehingga align dengan lajur bisnis perusahaan saat ini.” jelasnya.

Baca Juga: Proyek Tol Trans Sumatera Terancam Berhenti, Begini Penjelasan HK

Fauzan menambahkan, saat ini pihaknya sedang mengajukan tambahan PMN sebesar Rp19 triliun kepada pemerintah. Tambahan PMN itu sendiri akan digunakan untuk melanjutkan proyek Jalan Tol Trans Sumatera.

Lebih lanjut, Fauzan menambahkan bahwa meski saat ini Hutama Karya telah mengantongi kepercayaan para Bondholder dan investor terhadap Pembangunan JTTS, namun perusahaan menyadari masih banyak tantangan berat yang akan dihadapi, termasuk dari sisi pendanaan.

Meskipun pada tahun ini, Hutama Karya akan menerima tambahan PMN yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp6,2 triliun. Sedangkan pada tahun lalu, Hutama Karya mendapatkan PMN sebesar Rp3,5 triliun.

"Perusahaan saat ini sedang mengajukan tambahan PMN sebesar Rp19 triliun kepada pemerintah," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini