JAKARTA - PT Widodo Makmur Unggas Tbk masuk ke jajaran emiten Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten berkode WMUU ini resmi melantai di bursa sebagai emiten ke-6 di 2021.
PT Widodo Makmur Unggas Tbk perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam terintegrasi. “Langkah ini menjadi pintu gerbang menuju pasar yang lebih dinamis. Kendati kondisi pasar saham masih menantang di tengah pandemi Covid-19,” kata Direktur Utama WMU, Ali Mas’adi dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (2/2/2021).
Baca juga: Hari Ini Widodo Makmur Unggas Melantai di Bursa
Dari pantauan Okezone pukul 9.45 WIB, saham WMUU naik Rp46 atau 25,56% ke Rp226. Adapun harga saham saat IPO adalah Rp180 per lembar saham.
Dalam gelaran Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO), proporsi investor yang menyerap yakni investor institusi 69,5% dan ritel 30,5%. Seiring dengan market yang didominasi oleh pemain ritel, saat ini diperlukan alokasi ritel yang mencukupi dan juga untuk menjaga likuiditas di pasar sekunder (secondary market).
Saham WMU mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 4 kali selama masa penawaran umum. Bertindak sebagai Joint Lead Underwriters(JLU) yakni PT CIMB Niaga Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Samuel Sekuritas Indonesia.
WMU juga berupaya menjaga minat investor di pasar sekunder menjadi lebih baik, dengan menurunkan total saham yang dilepas ke publik atau free floatdari 35% menjadi 15% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Emiten yang bergerak di sektor perunggasan (poultry) ini, berencana menerbitkan instrumen surat utang atau obligasi korporasi di akhir tahun ini, untuk mendukung upaya Perseroan melebarkan sayap bisnis.
Pada tahun 2021, Perseroan mengalokasikan dana investasi sebesar Rp1,5 triliun dari sebelumnya Rp1,9 triliun. Alokasi penggunaan dana investasi untuk menambah kapasitas produksi ayam broilersebanyak 6,4 juta broilermelalui dua tahap. IPO bukan satu-satunya aksi korporasi yang dilakukan oleh Widodo Makmur Unggas. Kedepannya Perseroan akan terus bertumbuh dan sesuai rencana di 2021 dengan menaikkan Rumah Potong Hewan Unggas kapasitas 25.500 ekor per jam.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.