Jumlah pinjaman dibandingkan modal sendiri (gearing ratio) antara 0,9 kali sampai 0,95 kali. Kinerja perseroan juga akan terus tumbuh dengan menaikkan kapasitas rumah potong hewan unggas sebanyak 25.500 ekor per jam.
"Jadi kaidah keuangan itu masih kita penuhi dengan asumsi capex Rp1,5 triliun. Nanti di tahun 2022 seiring dengan peningkatan kapasitas maka total capex spending masih bisa landing lagi," ujarnya.
Tumiyana juga menekankan bahwa WMU fokus pada lini bisnis downstream melalui ayam karkas. Saat ini harga karkas relatif stabil dengan rerata Rp31.200 per kilo.
Senada dengan Tumiyana, Direktur Utama WMUU Ali Mas'adi menegaskan bahwa penurunan belanja modal tidak akan mengurangi target pendapatan perseroan pada tahun ini.
"Sebab, pendapatan mature perseroan berasal dari RPA yang masih sesuai rencana. Dukungan untuk landbank bisa diperoleh dari free market," ujar Ali.